Sumber: Time | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Uni Eropa langsung menggelar pertemuan darurat di Brussel, dan ada kemungkinan pembekuan perjanjian dagang dengan AS. Wakil Kanselir Jerman Lars Klingbeil menegaskan Eropa tidak akan diperas dan akan memberikan balasan bersama.
Trump berdalih bahwa penguasaan penuh atas Greenland diperlukan demi “keamanan nasional.” Namun Eropa dengan tegas menolak. Denmark bahkan memperkuat kehadiran militernya di Greenland dengan kapal perang, drone, dan jet tempur, menepis ejekan Trump yang sebelumnya menyebut Denmark hanya mengandalkan “kereta anjing salju.”
Negara-negara NATO Eropa lain seperti Prancis, Inggris, Jerman, Swedia, dan Norwegia juga mengirim pasukan ke Greenland dalam latihan militer Operation Arctic Endurance.
Sementara itu, pemerintah dan rakyat Greenland secara konsisten menolak gagasan menjadi bagian dari Amerika Serikat. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan bahwa jika harus memilih, Greenland akan tetap bersama Denmark.
Tonton: NATO Kerahkan Pasukan ke Greenland
“Negeri kami bukan objek rebutan kekuatan besar. Kami adalah sebuah bangsa, sebuah tanah, dan sebuah demokrasi,” kata Nielsen. “Ini harus dihormati, terutama oleh teman dekat.”
Trump sendiri dikenal kerap menggunakan tarif sebagai alat tekanan politik luar negeri, seperti yang ia lakukan terhadap India, China, dan Inggris dalam masa jabatan keduanya.











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
