kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Exxon Cetak Laba US$ 1,71 per Saham di Kuartal IV-2025, Lampaui Proyeksi Analis


Jumat, 30 Januari 2026 / 20:28 WIB
Exxon Cetak Laba US$ 1,71 per Saham di Kuartal IV-2025, Lampaui Proyeksi Analis
ILUSTRASI. Exxon mencetak pendapatan hulu yang disesuaikan sebesar US$ 4,4 miliar di kuartal keempat 2025 (REUTERS/Chris Helgren)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Exxon Mobil mencetak kinerja positif di kuartal IV-2025. Bahkan, realisasi kinerja di periode tersebut melampaui konsensus proyeksi analis Wall Street.

Reuters melaporkan, mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan Exxon Jumat (30/1/2026), perusahaan minyak dan gas (migas) ini mencetak laba yang disesuaikan US$ 1,71 per saham di kuartal IV-2025.

Realisasi tersebut jauh lebih tinggi dari konsensus proyeksi analis, yang memperkirakan laba yang disesuaikan Cuma mencapai US$ 1,68 per saham.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Pasca Trump Isyaratkan Dialog dengan Iran Terkait Program Nuklir

Namun, laba yang disesuaikan Exxon di tahun penuh 2025 turun dengan margin yang lebih kecil, yaitu 10%. Ini terjadi lantaran perusahaan ini fokus pada pengurangan biaya.

“Kami menangkap lebih banyak nilai dari setiap barel dan molekul yang kami produksi dan membangun platform pertumbuhan dalam skala besar, menciptakan landasan pertumbuhan yang menguntungkan dalam jangka panjang hingga 2030 dan seterusnya,” kata Darren Woods, CEO Exxon, dalam pernyataan resmi, dikutip Reuters, Jumat (30/1/2026).

Keuntungan produsen minyak berada di bawah tekanan sepanjang tahun 2025 karena pasar minyak mentah kelebihan pasokan. Kondisi ini mendorong harga minyak Brent berjangka turun 19% tahun lalu.

Baca Juga: Exxon dan Chevron Disorot Soal Peluang Venezuela di Tengah Laba Melemah

Exxon juga mencetak pendapatan hulu yang disesuaikan sebesar US$ 4,4 miliar di kuartal keempat 2025. Angka tersebut turun dari US$ 5,7 miliar pada kuartal sebelumnya.

Produksi hulu tahunan mencapai titik tertinggi dalam lebih dari 40 tahun, yakni 4,7 juta barel setara minyak per hari alias barrels of oil equivalent per day (boepd). Pada kuartal keempat, produksi mencapai hampir 5 juta boepd.

Exxon menegaskan, pihaknya berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan produksi setahun penuh di 2026 menjadi 4,9 juta boepd, yang akan mencakup sekitar 1,8 juta boepd dari Cekungan Permian, ladang minyak utama AS.

Baca Juga: CEO Exxon Sebut Venezuela Tak Layak Investasi, Trump Meradang

Exxon juga mencatat lonjakan laba penyulingan baik triwulanan maupun tahunan, didorong oleh margin penyulingan industri yang lebih kuat, penghematan biaya, dan kapasitas penyulingan yang mencapai rekor.

Laba hilir yang disesuaikan naik 60% dari kuartal ketiga menjadi US$ 2,9 miliar.

Namun, divisi kimia melaporkan kerugian yang disesuaikan sebesar US$ 11 juta, dibandingkan dengan laba US$ 515 juta pada kuartal ketiga lalu. Ini terjadi karena margin yang lebih lemah, penurunan nilai aset, dan pengeluaran musiman yang lebih tinggi.

Baca Juga: Gelombang Buyback Saham Kuartal IV-2025: Sentimen Positif bagi Investor dan IHSG

"Yang perlu diperhatikan, ini adalah hasil negatif pertama untuk divisi produk kimia (Exxon) sejak kuartal keempat 2019, dan menyoroti parahnya penurunan yang sedang dihadapi industri kimia," kata Biraj Borkhataria, Analis RBC Capital Markets, dalam riset.

Exxon membayar dividen sebesar US$ 17,2 miliar dan melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 20 miliar tahun lalu. Perusahaan ini mengatakan berencana buyback saham dengan jumlah yang sama di 2026.

Belanja modal Exxon mencapai US$ 29 miliar tahun lalu. Produsen minyak tersebut mengatakan belanja modal tahun ini akan berkisar antara US$ 27 miliar hingga US$ 29 miliar.

Selanjutnya: Rupiah Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS, Tertekan Sentimen MSCI dan Outflow Asing

Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×