kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Exxon dan Chevron Disorot Soal Peluang Venezuela di Tengah Laba Melemah


Kamis, 29 Januari 2026 / 20:13 WIB
Exxon dan Chevron Disorot Soal Peluang Venezuela di Tengah Laba Melemah
ILUSTRASI. Setelah penangkapan Maduro, pasar menanti strategi Exxon dan Chevron di cadangan minyak Venezuela. Peluang besar atau jebakan? Cari tahu jawabannya. (REUTERS/Dronebase Dronebase)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Exxon Mobil dan Chevron diperkirakan akan menghadapi lebih banyak pertanyaan dari analis terkait peluang investasi di Venezuela ketimbang kinerja laba kuartalan saat keduanya menggelar paparan kinerja pada Jumat (29/1/2026).

Perhatian pasar tertuju ke Venezuela setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan disingkirkan awal bulan ini oleh Amerika Serikat.

Peristiwa geopolitik ini membuka peluang baru—meski penuh tantangan—bagi perusahaan migas raksasa Amerika Serikat untuk kembali mengakses cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar.

Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan visinya untuk menggelontorkan investasi baru senilai US$100 miliar guna meningkatkan sekaligus mengendalikan produksi minyak Venezuela melalui keterlibatan perusahaan-perusahaan AS.

Baca Juga: China Hapus Kebijakan yang Bikin Krisis Properti, Tapi Industri Properti Belum Pulih

Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan dagang AS-China yang kembali memanas, perundingan damai Rusia-Ukraina pada kuartal IV-2025, serta gejolak politik di Iran yang memicu kekhawatiran potensi respons militer AS.

Kombinasi faktor tersebut membuat harga minyak dunia bergerak fluktuatif sepanjang akhir tahun lalu.

Exxon dan Chevron dijadwalkan melaporkan kinerja kuartal IV dan setahun penuh pada Jumat. Sementara itu, raksasa migas Eropa seperti Shell, TotalEnergies, dan BP baru akan menyampaikan laporan kinerjanya bulan depan.

Chevron Jadi Sorotan Utama

Chevron menjadi sorotan utama terkait Venezuela karena menjadi satu-satunya perusahaan migas besar asal AS yang saat ini masih beroperasi di negara tersebut.

Stephanie Link, Chief Investment Strategist di Hightower Advisors—salah satu pemegang saham besar Exxon dan Chevron—menilai isu Venezuela kemungkinan besar akan menjadi topik pembahasan bagi seluruh perusahaan migas, bukan hanya Chevron.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus US$ 70 Per Barel, Ancaman Serangan AS ke Iran Jadi Pemicu

Analis TD Cowen, Jason Gabelman, memperkirakan produksi minyak Venezuela saat ini menyumbang sekitar 1%–2% terhadap arus kas operasional Chevron. Jika produksi berhasil ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan, kontribusinya berpotensi bertambah 1%–2% lagi.

Namun, analis Bank of America Global Research, Jean Ann Salisbury, menilai masih terlalu banyak ketidakpastian untuk bisa mengukur nilai jangka panjang Venezuela bagi bisnis Chevron.

“Kami melihat Chevron berada pada posisi kunci karena telah memiliki personel, relasi, dan mekanisme pembayaran di negara tersebut. Namun, diperlukan visibilitas yang jauh lebih jelas sebelum bisa menilai nilainya secara pasti,” tulis Salisbury dalam catatan risetnya.

Para analis juga menilai kecil kemungkinan perusahaan akan memaparkan rencana rinci terkait Venezuela dalam waktu dekat, mengingat proyek migas berskala besar membutuhkan waktu pengembangan yang panjang.

Exxon Diprediksi Diserbu Pertanyaan Soal Guyana

Sementara itu, Exxon diperkirakan akan menghadapi pertanyaan terkait akses eksplorasi di Blok Stabroek, Guyana, yang berbatasan dengan Venezuela.

Sekitar 30% wilayah ladang minyak produktif di Blok Stabroek belum bisa dieksplorasi akibat sengketa wilayah antara Guyana dan Venezuela. Exxon memimpin konsorsium pengelola blok tersebut dengan kepemilikan 45%, sedangkan Chevron memegang 30%.

Baca Juga: Demam Safe Haven Global, Citigroup Proyeksikan Harga Perak Akan Tembus Segini

CEO Exxon Darren Woods sebelumnya menyebut Venezuela sebagai negara yang “tidak layak investasi” dalam sebuah forum di Gedung Putih. Ia menegaskan Exxon membutuhkan jaminan perlindungan investasi setelah asetnya pernah disita dua kali di masa lalu.

Di sisi lain, ladang minyak terbesar Kazakhstan, Tengiz, yang menjadi aset penting bagi Chevron dan juga melibatkan Exxon, sempat mengalami penghentian produksi bulan ini. Gangguan terjadi setelah jalur ekspor utama ladang tersebut diserang drone laut Ukraina.

Harga Minyak Melemah Tekan Kinerja

Exxon sebelumnya telah memberi sinyal bahwa penurunan harga minyak mentah dapat memangkas laba sektor hulu kuartal IV hingga US$1,2 miliar dibanding kuartal sebelumnya.

Berdasarkan konsensus analis yang dihimpun LSEG, Exxon diperkirakan mencatat laba disesuaikan US$1,68 per saham, naik tipis 1 sen dibanding periode sama tahun lalu.

Sebaliknya, Chevron diperkirakan membukukan laba disesuaikan US$1,46 per saham, turun 29% secara tahunan.

Harga minyak Brent rata-rata berada di level US$63,08 per barel sepanjang Oktober–Desember, turun 7,5% dibanding kuartal sebelumnya, di tengah kekhawatiran pasar akan kelebihan pasokan global.

Baca Juga: Tesla Akan Kucurkan Belanja Modal US$ 20 Miliar untuk Kembangkan Mobil Listrik Otonom

Di sisi lain, harga gas alam AS melonjak 32% menjadi rata-rata US$4,04 per MMBtu pada kuartal IV, didorong cuaca dingin dan meningkatnya permintaan ekspor gas alam cair (LNG).

Investor Cermati Proyeksi dan Dividen

Selain kinerja keuangan, investor juga akan mencermati panduan prospek bisnis perusahaan sepanjang 2026 serta kebijakan pengembalian dana kepada pemegang saham.

“Saya tidak memperkirakan adanya perubahan pada rencana dividen atau buyback untuk 2026, tetapi panduan manajemen di area ini akan sangat penting untuk didengar,” ujar Stephanie Link.

Selanjutnya: Badai MSCI Hantam IHSG, Ketua Banggar DPR: OJK Harus Berbenah!

Menarik Dibaca: 4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×