kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45988,75   -13,63   -1.36%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Filipina memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech


Kamis, 14 Januari 2021 / 11:12 WIB
Filipina memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech
ILUSTRASI. Seorang pekerja gereja membawa poster mengingatkan massa menjaga jarak fisik untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona di Manila, Filipina). REUTERS/Eloisa Lopez


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - MANILA. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Filipina telah mengesahkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 produksi Pfizer-BioNTech.

Mengutip Reuters, Kamis (14/1), vaksin Pfizer-BioNTech yang menunjukkan tingkat keberhasilan 95% adalah vaksin Covid-19 pertama yang disetujui Filipina.

Kepala FDA Rolando Enrique Domingo mengatakan vaksin Pfizer BioNTech yang menunjukkan tingkat keberhasilan 95%, dapat efektif dalam mencegah Covid-19 yang telah menginfeksi hampir setengah juta orang di Filipina.

"Manfaat menggunakan vaksin melebihi risiko yang diketahui dan potensi risikonya," katanya dalam pengarahan, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan "tidak ada masalah keamanan khusus yang diidentifikasi."

Filipina akan menerima batch pertama vaksin Pfizer-BioNTech pada kuartal pertama melalui fasilitas COVAX, di atas kesepakatan yang sedang dinegosiasikan langsung dengan pembuat vaksin.

Baca Juga: Bertambah 500, kasus harian virus corona Korea Selatan telah lewat

Domingo juga mengatakan Sinovac Biotech China pada hari Rabu mengajukan aplikasi otorisasi penggunaan daruratnya.

Langkah ini dilakukan menyusul rilis data uji coba tahap akhir di Brasil yang menunjukkan kemanjuran hanya 50,4%. Filipina telah mendapatkan 25 juta dosis vaksin CoronaVac dari Sinovac, dengan 50.000 dosis pertama tiba pada bulan Februari.

Presiden Rodrigo Duterte membela pembelian pemerintah atas CoronaVac, dengan mengatakan pada Rabu malam bahwa vaksin ini sebagus vaksin yang dikembangkan oleh orang Amerika dan Eropa.

Filipina telah mengikuti negara-negara sekitarnya dalam mendapatkan vaksin, yang diharapkannya tahun ini untuk menginokulasi 70 juta orang, atau dua pertiga dari populasinya.

Carlito Galvez, yang menangani pengadaan vaksin untuk pemerintah, mengatakan pihaknya sekarang telah memperkuat kesepakatan pasokan dengan Novavax, Moderna, AstraZeneca, Johnson & Johnson, dan Institut Gamaleya Rusia.

Selanjutnya: Filipina melarang masuknya pelancong dari AS mulai Minggu (3/1)

 




TERBARU

[X]
×