kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Filipina Minta AS Perpanjang Izin Impor Minyak dari Rusia


Selasa, 14 April 2026 / 16:57 WIB
Filipina Minta AS Perpanjang Izin Impor Minyak dari Rusia
ILUSTRASI. Pemerintah Filipina mengajukan perpanjangan izin pembelian minyak Rusia dari AS. Diversifikasi energi jadi kunci, tapi ada opsi lain. (REUTERS/Abdul Saboor)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Filipina mengajukan permintaan kepada Amerika Serikat untuk memperpanjang izin (waiver) pembelian minyak dan produk petroleum dari Rusia. Langkah ini dilakukan di tengah upaya diversifikasi sumber energi nasional.

Menteri Energi Filipina Sharon Garin pada Selasa (14/4/2026) menyatakan bahwa pemerintah optimistis permintaan perpanjangan izin yang telah berakhir pada 11 April tersebut akan dikabulkan.

"Kami masih menunggu respons mereka, tetapi kami sangat optimistis mendapatkan perpanjangan ini," ujar Garin dalam konferensi pers.

Diversifikasi Sumber Energi

Garin menegaskan bahwa Filipina tidak hanya bergantung pada Rusia, tetapi juga tengah menjajaki pasokan energi dari kawasan lain. Negara-negara di Amerika Selatan seperti Kolombia dan Argentina, serta Kanada dan Amerika Serikat, menjadi alternatif potensial untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Baca Juga: Menkeu Inggris Kritik Keras Strategi Perang AS, Tidak Ada Exit Plan Jelas

"Kami ingin membuka opsi dari Rusia karena kami membutuhkan lebih banyak pilihan. Diversifikasi sangat penting," tambahnya.

Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyampaikan bahwa peluang perpanjangan izin tersebut cukup besar. Menurutnya, beberapa negara lain juga mengajukan permintaan serupa.

"Kemungkinan besar kami akan mendapatkannya. Kami hanya perlu memberikan informasi kepada Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS terkait volume dan durasi," jelas Romualdez.

Koordinasi dengan AS dan Negara Tersanksi

Sebelumnya, Manila telah bekerja sama dengan Washington untuk memperoleh berbagai pengecualian yang memungkinkan pembelian minyak dari negara-negara yang dikenai sanksi oleh AS.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Filipina dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Maskapai Eropa Desak Uni Eropa Ambil Langkah Darurat Imbas Perang Iran

Di sisi domestik, Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada Senin memutuskan untuk menangguhkan pajak cukai pada minyak tanah dan gas petroleum cair (LPG), setelah mendapatkan kewenangan darurat dari parlemen untuk menyesuaikan tarif pajak bahan bakar.

Namun, pemerintah tidak memperluas kebijakan tersebut ke bahan bakar lain. Menteri Keuangan Frederick Go menyatakan bahwa penangguhan pajak untuk solar dan bensin dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap harga di tingkat konsumen.

"Pengurangan harga di pompa bensin diperkirakan hanya marginal dan akan terimbangi oleh dinamika pasar yang berlaku," ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×