kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

FOREX: Indeks dollar AS turun merespon risalah FOMC 1-2 Mei lalu


Kamis, 24 Mei 2018 / 09:05 WIB
FOREX: Indeks dollar AS turun merespon risalah FOMC 1-2 Mei lalu
ILUSTRASI. Federal Reserve System


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Dolar AS kehilangan momentum pada hari Kamis (24/5) setelah terbit risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve yang dipandang sebagai dovish. Penurunan nilai dolar AS  juga tertekan oleh usulan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru terhadap mobil impor.

Semantara itu, di Eropa mata uang euro terhambat kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di blok mata uang dan risiko politik di Italia. Nilai euro masih dekat dengan titik terendah enam bulan terhadap dolar AS dan titik terendah sembilan bulan terhadap yen Jepang.

Posisi indeks dolar sendiri terhadap sekeranjang enam mata uang utama turun ke angka 98,897 dari level tertinggi lima bulan di 94,195. Penurunan ini terjadi segera setelah risalah rapat FOMC dari The Fed terbit.

Risalah penting yang selalu dinanti para pelaku pasar itu menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan berpikir kemungkinan kenaikan suku bunga lain akan dibenarkan, sejalan dengan ekspektasi pasar. Notulensi rapat itu juga mengungkapkan bank sentral AS Federal Reserves akan mentolerir inflasi naik di atas tujuannya untuk sementara waktu.

"Risalah menyarankan the Fed tidak terburu-buru menaikkan suku bunga. Pasar saham AS tampaknya menyukai bahwa mereka tidak terlalu hawkish," kata Ayako Sera, ekonom pasar di bank Sumitomo Mitsui Trust, kepada Reuters

Jatuhnya dolar AS dipercepat ketika Trump tampaknya telah membuka sebuah front baru dalam perang dagang dengan mempertimbangkan kemungkinan tarif baru, kali ini terhadap mobil, hanya beberapa hari setelah Washington setuju dengan China untuk "menunda" rencana mengenakan tarif atas barang-barang Cina senilai US$ 150 miliar.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×