kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

G20: Brexit memperbesar resiko ekonomi dunia


Senin, 25 Juli 2016 / 07:06 WIB


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

NEGARA-NEGARA yang tergabung dalam G20 menyimpulkan keputusan Inggris untuk menarik diri dari Uni Eropa atau dikenal dengan istilah Brexit memperbesar risiko ekonomi dunia.

Kesimpulan itu disampaikan oleh para menteri keuangan G20 dalam penutupan pertemuan puncak di Chengdu, China pada Minggu (24/7).

Disebutkan hasil referendum pada Juni lalu "menambah ketidakpastian" perekonomian global.

"Di masa depan, kami berharap agar Inggris menjadi mitra dekat Uni Eropa." Demikian pernyataan G20.

Selain Brexit, faktor lain yang membuat rumit perekonomian dunia adalah konflik geopolitik, terorisme dan arus pengungsi.

Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond mengungkapkan persoalan seputar Brexit banyak dibahas dalam pertemuan G20 selama dua hari ini.

"Kenyataannya akan terus terjadi ketidakpastian sampai dicapai kesepakatan negosiasi dengan Uni Eropa," katanya.

Presiden bank sentral Jerman, Jens Weidmann, mengatakan sejauh ini belum muncul tanda-tanda bahwa hasil referendum Inggris telah mempengaruhi pembangunan ekonomi Eropa.

Dikatakannya meskipun Inggris keluar dari Uni Eropa, perekonomian global akan membaik pada 2016 dan 2017.

Sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan hasil referendum Inggris telah menekan gambaran ekonomi dunia. Dalam laporan terbaru IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2016 menjadi 3,1% dari perkiraan semula 3,2%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×