kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS918.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.35%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Gara-gara flu burung, harga produk unggas Korea Selatan melejit


Jumat, 22 Januari 2021 / 13:13 WIB
Gara-gara flu burung, harga produk unggas Korea Selatan melejit
ILUSTRASI. Flu burung di peternakan unggas

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kasus flu burung yang terus merebak di Korea Selatan membuat harga jual telur, ayam dan bebek melonjak. Buktinya, dalam sepekan terakhir, harga telur sudah melonjak 23,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, harga daging ayam di Korea Selatan pun sudah menanjak 15,2% secara tahunan. Hal yang sama terjadi pada harga daging bebek yang melejit 19,8%. 

Kenaikan harga produk unggas seperti telur, daging ayam dan bebek ditengarai karena lonjakan kasus flu burung. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan, setidaknya telah ditemukan 68 kasus flu burung yang berada di peternakan lokal.

Hal ini membuat pihak berwenang telah memusnahkan hampir 20 juta unggas sejak akhir November 2020 silam. Itu dilakukan karena unggas yang dimusnahkan tak hanya berasal dari peternakan yang terjangkit flu burung tetapi semua unggas dalam radius 2 kilometer dari peternakan yang terinfeksi.

Baca Juga: Ekspor Jepang bulan Desember 2020 tumbuh pertama kali dalam 2 tahun terakhir

Kasus terbaru yang dicurigai dari flu burung yang sangat patogen datang dari sebuah peternakan telur di Incheon, sebelah selatan Seoul. 

Selain kasus flu burung di peternakan lokal, Negeri Ginseng ini juga dibebani penyebaran flu burung yang sangat patogen di antara burung liar. Hingga akhir Oktober, Korea Selatan sudah mengidentifikasi 94 kasus flu burung H5N8  dari habitat burung liar.

 

Selanjutnya: Jangkauan mencapai 12.000 km, rudal Trident Inggris bisa hancurkan Rusia dan China

 




TERBARU

[X]
×