kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Geger! Trump Sebut Kuba “Siap Runtuh” Usai Penangkapan Maduro


Selasa, 06 Januari 2026 / 06:32 WIB
Geger! Trump Sebut Kuba “Siap Runtuh” Usai Penangkapan Maduro
ILUSTRASI. Pasca penangkapan Maduro, Presiden AS Donald Trump tampak langsung mengarahkan perhatiannya ke rezim otoriter lain di Amerika Latin: Kuba. (REUTERS/Anna Rose Layden)


Sumber: Yahoo News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dengan Kuba kini semakin terisolasi dan blokade minyak Venezuela oleh AS memutus sumber kehidupan ekonominya, kalangan garis keras anti-Havana di pemerintahan AS melihat peluang untuk melemahkan musuh terdekat Amerika.

Namun, para pakar memperkirakan AS akan mengambil pendekatan “menunggu dan melihat”. Kuba sudah dilanda pemadaman listrik berkepanjangan, kelangkaan pangan, krisis layanan kesehatan, serta gelombang migrasi besar-besaran. Sejak 2021, sekitar 10% populasi Kuba, sekitar satu juta orang, telah meninggalkan negara itu.

Pertanyaannya, menurut mantan pejabat AS Ricardo Zúñiga, adalah “seberapa buruk kondisi bisa memburuk” sebelum rakyat Kuba memberontak.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel sendiri menyebut penangkapan Maduro sebagai “terorisme negara” dan menegaskan kesetiaan Havana pada Caracas.

“Keputusan kami satu dan tak tergoyahkan: Tanah Air atau Mati,” tegas pemerintah Kuba dalam pernyataan resminya.

Tonton: Blak-Blakan Donald Trump Inginkan Akses Penuh Minyak Venezuela

Kesimpulan 

Penangkapan Nicolás Maduro berpotensi menjadi titik balik geopolitik yang jauh melampaui Venezuela, dengan Kuba berada di posisi paling rentan akibat ketergantungannya pada pasokan minyak Caracas. Pernyataan Trump dan pejabat AS menunjukkan keyakinan bahwa tekanan ekonomi ekstrem dapat memicu keruntuhan rezim Kuba tanpa intervensi militer langsung. Namun, asumsi efek domino ini tidak sepenuhnya pasti, mengingat kuatnya kontrol politik di Kuba, minimnya mitra reformasi bagi AS, serta sentimen anti-intervensi yang mengakar di masyarakat. Dengan krisis ekonomi dan kemanusiaan yang memburuk, masa depan Kuba kini berada di persimpangan antara kolaps internal atau bertahan melalui represi dan solidaritas politik.

Selanjutnya: Saham Bank Blue Chip Tertekan di Awal 2026, Waktunya Akumulasi atau Jual?

Menarik Dibaca: Intip Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Hari Ini Selasa 6 Januari 2026




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×