kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.006   6,00   0,03%
  • IDX 5.920   -21,50   -0,36%
  • KOMPAS100 783   -2,90   -0,37%
  • LQ45 588   -1,44   -0,24%
  • ISSI 206   -0,47   -0,23%
  • IDX30 334   -0,07   -0,02%
  • IDXHIDIV20 412   -0,05   -0,01%
  • IDX80 88   -0,29   -0,33%
  • IDXV30 113   -0,42   -0,37%
  • IDXQ30 108   -0,15   -0,14%

Gelombang anti-Tiongkok kian menggema di India, Samsung ketiban untung


Senin, 03 Agustus 2020 / 14:08 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi penjualan ponsel Samsung. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI/SEOUL. Samsung Electronics Co Ltd melakukan comeback di pasar ponsel pintar India melalui rangkaian perangkat baru dan gencar mempromosikan produknya secara online. Tujuannya tak lain untuk mengambil market dari pesaingnya asal China, seperti Xiaomi Corp.

Samsung, satu-satunya pemain non-China utama di India, mulai mendapatkan dukungan, setelah terjadi peningkatan sentimen anti-Tiongkok di India menyusul bentrokan perbatasan pada Juni lalu.

Menurut Counterpoint, posisi Samsung di India kini melonjak ke posisi nomor 2 dengan pangsa pasar mencapai 26% pada kuartal kedua 2020, tepat di belakang Xiaomi yang menguasai 29% pangsa pasar. Sebelumnya, Samsung berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 16% pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Trump siap ambil lebih banyak risiko untuk membendung China di Asia Pasifik

Melansir Reuters, setelah menjadi pemimpin yang tak tertandingi di pasar ponsel pintar terbesar kedua di dunia, Samsung selama tiga tahun terakhir kehilangan pelanggannya dari India akibat kalah saing dengan merek-merek China, yang perangkatnya dianggap lebih baik.

Meski demikian, data Counterpoint menunjukkan, India masih menyumbang sekitar US$ 7,5 miliar pendapatan smartphone ritel tahunan untuk Samsung. Ini menjadikan India sebagai pasar terbesar perusahaan di luar Amerika Serikat.

Baca Juga: Hubungan masih panas, India peringatkan China lewat jet tempur Rafale

Samsung sendiri telah membangun apa yang digambarkannya sebagai pabrik manufaktur ponsel terbesar di dunia di pinggiran New Delhi, di mana ia menguji perangkat baru untuk kemudian diekspor.

Kekuatan produksi itu, dan kemampuan Samsung untuk mencari banyak komponen secara internal, membantunya mendapatkan kekuatan di tengah pandemi. Merek ponsel pintar China Xiaomi dan Oppo mengalami masalah produksi dan penundaan produk karena Covid-19. Kendati begitu, Samsung tetap dapat mengirim telepon dengan lancar.




TERBARU

[X]
×