CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.003,15   -12,85   -1.26%
  • EMAS973.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gelombang Tinggi Covid-19 Siap Terjang Singapura, Bisa 15.000 Kasus Per Hari


Jumat, 21 Januari 2022 / 23:10 WIB
Gelombang Tinggi Covid-19 Siap Terjang Singapura, Bisa 15.000 Kasus Per Hari


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Singapura kemungkinan akan segera melihat gelombang signifikan Covid-19, dengan varian Omicron yang lebih menular sekarang menyebabkan setidaknya 70% kasus harian, Satgas Covid-19 Multi-Kementerian mengatakan pada Jumat (21/1).

“Namun kenyataannya, proporsinya cenderung lebih tinggi, mungkin mendekati 90 persen atau lebih. Omicron jelas mendominasi varian Delta di Singapura,” kata Ketua Satgas Covid-19 Multi-Kementerian Gan Kim Yong, seperti dikutip Channel News Asia.

“Mengingat varian Omicron lebih menular, kemungkinan kita akan segera melihat gelombang yang signifikan,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan Singapura memperkirakan, jumlah kasus Covid-19 di negeri Merlion akan meningkat tajam.

“Kasus bisa berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari dan bisa mencapai 10.000 hingga 15.000, atau bahkan lebih, kasus per hari,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan, Jumat (21/1), seperti dilansir Channel News Asia.

Baca Juga: Masker Selain N95 dan KN95 Tetap Efektif Mencegah Varian Omicron?

Baca Juga: Banyak Negara yang Lelah Berharap Omicron Bawa Covid-19 Jadi Endemik, Kapan?

Sebagian besar kasus Omicron di Singapura menunjukkan gejala "ringan", terutama di antara orang-orang yang sudah divaksinasi lengkap, menurut Gan.

“Persentase mereka yang membutuhkan suplementasi oksigen, perawatan intensif, atau meninggal jauh lebih rendah daripada saat gelombang Delta. Ini sejalan dengan pengalaman negara-negara lain, seperti Afrika Selatan dan Inggris," ungkap dia.

Mengingat tingkat keparahan penyakit dari varian Omicron yang lebih rendah, Singapura harus memusatkan perhatiannya pada jumlah pasien di unit perawatan intensif dibanding jumlah kasus, Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan.

“Namun demikian, transmisibilitas Omicron yang lebih tinggi berarti kita tidak bisa lengah, karena peningkatan jumlah kasus secara keseluruhan yang tidak terkendali masih dapat mendorong layanan rumahsakit dan ICU ke tingkat yang tidak dapat dikelola,” tambah Kementerian Kesehatan Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×