Ghana Berencana Jadikan Emas Sebagai Alat Pembayaran Beli Produk Minyak

Jumat, 25 November 2022 | 14:14 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
Ghana Berencana Jadikan Emas Sebagai Alat Pembayaran Beli Produk Minyak

ILUSTRASI. Pemerintah Ghana sedang merencanakan kebijakan baru menjadikan emas sebagai alat pembayaran membeli produk minyak. REUTERS/Denis Balibouse


KONTAN.CO.ID - ACCRA. Pemerintah Ghana sedang merencanakan kebijakan baru menjadikan emas sebagai alat pembayaran membeli produk minyak, alih-alih menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai alat pembayarannya.

Seperti dilansir Reuters pada Kamis (24/11), langkah ini dilakukan untuk mengatasi kekurangan cadangan mata uang asing, ditambah permintaan dolar oleh importir minyak yang juga melemahkan cedi lokal dan meningkatkan biaya hidup.

Sebagai informasi, cadangan Internasional Bruto Ghana mencapai sekitar US$ 6,6 miliar per akhir September 2022. Menurut pemerintah, nilai itu turun sekitar US$ 9,7 miliar pada akhir tahun 2021.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun, Selisih dengan Buyback Masih Rp 96.0000

Jika kebijakan baru menjadikan emas sebagai alat pembayaran membeli produk minyak ini diterapkan pada kuartal pertama 2023, maka kebijakan baru ini secara mendasar akan mengubah neraca pembayaran di Ghana.

"Secara signifikan juga mengurangi depresiasi mata uang kami yang terus menerus terjadi," kata Mahamudu Bawumia, Wakil Presiden Ghana.

Adapun, Bawumia bilang, dengan menggunakan emas sebagai alat pembayaran membeli produk minyak, maka akan mencegah nilai tukar yang berdampak langsung pada harga bahan bakar atau utilitas karena penjual domestik tidak lagi membutuhkan valuta asing untuk mengimpor produk minyak.

"Barter emas untuk minyak merupakan perubahan struktural yang besar," jelasnya.

Kebijakan yang diusulkan ini memang tidak biasa terjadi. Negara terkadang memperdagangkan minyak untuk barang atau komoditas lain, kesepakatan semacam itu biasanya melibatkan negara penghasil minyak yang menerima barang non-minyak daripada sebaliknya.

Ghana memang memproduksi minyak mentah, tetapi bergantung pada impor untuk produk minyak sulingan sejak satu-satunya kilangnya ditutup setelah ledakan yang terjadi pada 2017.

Pengumuman oleh Bawumia itu diposting saat Menteri Keuangan Ken Ofori-Atta mengumumkan langkah-langkah untuk memotong pengeluaran dan meningkatkan pendapatan dalam upaya mengatasi krisis utang yang meningkat di Ghana.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Menjadi Rp 980.000 Per Gram Pada Hari Ini (25/11)

Dalam presentasi anggaran tahun 2023 kepada parleme, Ofori-Atta memperingatkan bahwa Ghana berisiko tinggi mengalami tekanan utang dan depresiasi cedi secara serius memengaruhi kemampuan Ghana untuk mengelola utang publiknya.

Adapun, pemerintah Ghana sedang menegosiasikan paket bantuan dengan International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional karena negara penghasil kakao, emas, dan minyak itu sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk.

Editor: Handoyo .

Terbaru