Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengambil serangkaian langkah kontroversial untuk merombak lembaga budaya dan sejarah AS, dari museum hingga monumen dan taman nasional, dengan tujuan menghapus apa yang disebutnya “ideologi anti-Amerika.”
Langkah-langkah Trump memicu kritik dari kelompok hak-hak sipil, yang menilai kebijakan ini bisa membalikkan kemajuan sosial yang telah dicapai selama puluhan tahun.
Beberapa tindakan yang telah dilakukan sejak Trump kembali ke Gedung Putih antara lain:
Baca Juga: Thailand Biarkan Harga Energi Ikuti Pasar, Siapkan Bantuan untuk Sektor Rentan
Eksekutif Order Maret 2025: Fokus pada Ideologi dan Sejarah
Trump menandatangani perintah eksekutif yang menargetkan penyebaran “ideologi anti-Amerika” di Smithsonian Institution, kompleks museum dan pusat penelitian terbesar AS.
Perintah ini juga menginstruksikan Departemen Dalam Negeri untuk memulihkan taman nasional, monumen, dan memorial yang dianggap diubah atau dihapus dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Nikkei Jepang Naik Hampir 3% Rabu (25/3), Harapan Damai Iran Angkat Sentimen Pasar
Kontroversi Hak Sipil dan Perbudakan
Trump sebelumnya menilai perhatian berlebihan pada sejarah perbudakan dan perlindungan hak sipil merugikan warga kulit putih.
NAACP dan Black Lives Matter menuding pernyataan Trump sebagai upaya menghapus fakta sejarah dan mengurangi pengakuan atas penderitaan kelompok yang terpinggirkan.
Peninjauan Signage Taman Nasional dan Penghapusan Pameran
Setelah eksekutif order Maret 2025, Departemen Dalam Negeri AS meninjau semua papan informasi di taman nasional.
Salah satu langkah kontroversial adalah penghapusan pameran perbudakan di Philadelphia pada Januari, yang kemudian diperintahkan untuk dipasang kembali oleh hakim federal.
Baca Juga: Harga Tembaga Rebound Rabu (25/3) Pagi, Didorong Pelemahan Dolar
Restorasi Patung Kontroversial
National Park Service memutuskan untuk memasang kembali patung Jenderal Konfederasi Albert Pike yang dicopot pada 2020, serta patung Caesar Rodney dan Christopher Columbus yang sebelumnya diturunkan oleh pengunjuk rasa.
Tekanan pada Smithsonian
Trump mengkritik Smithsonian dan menekankan peninjauan konten museum, termasuk teks, materi pendidikan, dan konten digital, untuk memastikan tidak ada ideologi yang dianggap anti-Amerika. Smithsonian menyatakan akan menanggapi secara konstruktif.
Kennedy Center Diubah Nama dan Diambil Alih
Trump menunjuk dirinya sebagai ketua Kennedy Center, mengisi dewan dengan sekutu, dan mengganti nama pusat seni tersebut menjadi Donald J. Trump and the John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, langkah yang menuai kritik dari keluarga Kennedy dan banyak kelompok seni.
Baca Juga: Dolar Taiwan dan Won Korsel Pimpin Penguatan Rabu (25/3) Pagi, Rupiah Ikut Menguat
Dampak Lembaga Lain dan Hubungan Internasional
Beberapa lembaga lain, termasuk Environmental Protection Agency, museum sejarah satu ruangan, dan National Council on the Humanities, juga terkena pengaruh kebijakan Trump.
Secara internasional, Trump menarik AS dari sejumlah badan PBB dan lembaga budaya global, dengan alasan tidak menguntungkan bagi negara.
Kelompok hak-hak sipil menekankan bahwa tindakan ini berpotensi menghapus sejarah yang penting dan mengaburkan pengakuan atas ketidakadilan masa lalu.
Trump, di sisi lain, menegaskan bahwa langkah-langkahnya untuk “meluruskan” narasi sejarah dan melindungi budaya Amerika.













