Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (25/3/2026), dengan dolar Taiwan dan won Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan. Sementara itu, rupiah turut menguat setelah kembali diperdagangkan usai libur.
Mengutip Reuters, dolar Taiwan menguat 0,40% ke level 31,901 per dolar AS. Won Korea Selatan juga terapresiasi 0,42% ke posisi 1.493,6 per dolar AS.
Baca Juga: Karyawan ABC Australia Mogok, Siaran Terganggu untuk Pertama Kali dalam 20 Tahun
Rupiah mencatat penguatan sebesar 0,35% ke level Rp 16.915 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.975 per dolar AS.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak terbatas. Dolar Singapura naik tipis 0,01% ke 1,278 per dolar AS, sementara ringgit Malaysia menguat 0,08% ke 3,950 per dolar AS. Yuan China juga terapresiasi 0,08% ke level 6,886 per dolar AS.
Sebaliknya, yen Jepang melemah tipis 0,02% ke 158,71 per dolar AS. Baht Thailand turun 0,03% ke 32,540 per dolar AS, sementara peso Filipina melemah 0,06% ke 59,916 per dolar AS. Rupee India tercatat stagnan di level 93,865 per dolar AS.
Secara year-to-date (YTD) 2026, mayoritas mata uang Asia masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Baca Juga: Bursa Korsel Naik 3% Rabu (25/3) Pagi, Harapan Negosiasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran
Won Korea Selatan tercatat melemah 3,62%, baht Thailand turun 3,35%, dan rupee India melemah 4,26%.
Rupiah juga masih mencatat depresiasi sekitar 1,45% sejak awal tahun, dari posisi akhir 2025 di kisaran Rp 16.670 per dolar AS.
Sementara itu, beberapa mata uang justru menguat sepanjang tahun berjalan. Ringgit Malaysia terapresiasi 2,68%, yuan China naik 1,48%, dan dolar Singapura menguat 0,63% terhadap dolar AS.













