kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 16.921   0,00   0,00%
  • IDX 7.177   70,34   0,99%
  • KOMPAS100 993   14,93   1,53%
  • LQ45 732   9,34   1,29%
  • ISSI 253   4,67   1,88%
  • IDX30 399   5,47   1,39%
  • IDXHIDIV20 498   9,38   1,92%
  • IDX80 112   1,64   1,49%
  • IDXV30 136   1,30   0,96%
  • IDXQ30 130   2,31   1,81%

Karyawan ABC Australia Mogok, Siaran Terganggu untuk Pertama Kali dalam 20 Tahun


Rabu, 25 Maret 2026 / 09:27 WIB
Karyawan ABC Australia Mogok, Siaran Terganggu untuk Pertama Kali dalam 20 Tahun
ILUSTRASI. Sydney Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ratusan karyawan Australian Broadcasting Corporation (ABC) melakukan aksi mogok kerja selama satu hari pada Rabu (25/3/2026), menandai aksi serupa pertama dalam dua dekade terakhir. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kenaikan gaji dan kondisi kerja.

Mengutip Reuters, mogok kerja yang dimulai pukul 11.00 waktu setempat tersebut mengganggu siaran langsung, sehingga sejumlah program berita dialihkan menggunakan konten dari BBC.

Baca Juga: Bursa Korsel Naik 3% Rabu (25/3) Pagi, Harapan Negosiasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran

Program-program unggulan di televisi dan radio ABC juga terpaksa digantikan dengan tayangan ulang selama periode mogok 24 jam tersebut.

Aksi ini terjadi setelah berbulan-bulan negosiasi antara manajemen dan karyawan tidak mencapai kesepakatan.

Mayoritas staf ABC menolak tawaran kenaikan gaji sebesar 10% selama tiga tahun serta bonus sebesar A$1.000 bagi pegawai tetap dan kontrak.

Sekitar sepertiga dari total 4.500 karyawan ABC tergabung dalam serikat pekerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 orang memilih untuk melakukan aksi mogok setelah perundingan menemui jalan buntu.

Serikat pekerja Media, Entertainment & Arts Alliance menilai tawaran tersebut masih berada di bawah tingkat inflasi dan belum menjamin kepastian kerja. Selain itu, bonus yang ditawarkan juga tidak mencakup pekerja lepas (casual).

Baca Juga: Merck Dekati Akuisisi Terns Pharma US$6 Miliar untuk Perkuat Bisnis Kanker

CEO serikat pekerja Erin Madeley menyatakan bahwa aksi ini dilakukan demi mendapatkan upah yang layak, keamanan kerja, serta kondisi kerja yang mendukung kualitas layanan kepada publik.

Sementara itu, Managing Director ABC Hugh Marks menyayangkan terjadinya aksi mogok tersebut.

Ia menyebut waktu pelaksanaan mogok tidak tepat mengingat banyaknya peristiwa global yang sedang berlangsung.

Marks menambahkan, meskipun layanan tetap berjalan dengan bantuan konten dari BBC, kualitas siaran tidak akan optimal.

Ia juga menegaskan bahwa tawaran yang diberikan kepada karyawan dinilai sudah adil dan berada di atas inflasi jika bonus turut diperhitungkan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×