Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Ratusan karyawan Australian Broadcasting Corporation (ABC) melakukan aksi mogok kerja selama satu hari pada Rabu (25/3/2026), menandai aksi serupa pertama dalam dua dekade terakhir. Aksi ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kenaikan gaji dan kondisi kerja.
Mengutip Reuters, mogok kerja yang dimulai pukul 11.00 waktu setempat tersebut mengganggu siaran langsung, sehingga sejumlah program berita dialihkan menggunakan konten dari BBC.
Baca Juga: Bursa Korsel Naik 3% Rabu (25/3) Pagi, Harapan Negosiasi AS-Iran Redakan Kekhawatiran
Program-program unggulan di televisi dan radio ABC juga terpaksa digantikan dengan tayangan ulang selama periode mogok 24 jam tersebut.
Aksi ini terjadi setelah berbulan-bulan negosiasi antara manajemen dan karyawan tidak mencapai kesepakatan.
Mayoritas staf ABC menolak tawaran kenaikan gaji sebesar 10% selama tiga tahun serta bonus sebesar A$1.000 bagi pegawai tetap dan kontrak.
Sekitar sepertiga dari total 4.500 karyawan ABC tergabung dalam serikat pekerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 orang memilih untuk melakukan aksi mogok setelah perundingan menemui jalan buntu.
Serikat pekerja Media, Entertainment & Arts Alliance menilai tawaran tersebut masih berada di bawah tingkat inflasi dan belum menjamin kepastian kerja. Selain itu, bonus yang ditawarkan juga tidak mencakup pekerja lepas (casual).
Baca Juga: Merck Dekati Akuisisi Terns Pharma US$6 Miliar untuk Perkuat Bisnis Kanker
CEO serikat pekerja Erin Madeley menyatakan bahwa aksi ini dilakukan demi mendapatkan upah yang layak, keamanan kerja, serta kondisi kerja yang mendukung kualitas layanan kepada publik.
Sementara itu, Managing Director ABC Hugh Marks menyayangkan terjadinya aksi mogok tersebut.
Ia menyebut waktu pelaksanaan mogok tidak tepat mengingat banyaknya peristiwa global yang sedang berlangsung.
Marks menambahkan, meskipun layanan tetap berjalan dengan bantuan konten dari BBC, kualitas siaran tidak akan optimal.
Ia juga menegaskan bahwa tawaran yang diberikan kepada karyawan dinilai sudah adil dan berada di atas inflasi jika bonus turut diperhitungkan.













