Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Thailand memutuskan untuk membiarkan harga energi domestik bergerak mengikuti mekanisme pasar di tengah kenaikan harga bahan bakar global.
Kebijakan ini diiringi dengan penyiapan berbagai bentuk bantuan untuk meredam dampak kenaikan harga energi terhadap masyarakat dan dunia usaha.
Baca Juga: Nikkei Jepang Naik Hampir 3% Rabu (25/3), Harapan Damai Iran Angkat Sentimen Pasar
Melansir Reuters Rabu (25/3/2026), Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengatakan, pemerintah tengah merancang paket dukungan yang mencakup kredit lunak, subsidi pupuk, serta penggunaan biodiesel B20 guna menekan beban biaya.
Bantuan tersebut akan difokuskan kepada kelompok rentan, termasuk petani, sektor perikanan, kontraktor proyek pemerintah, serta sektor transportasi dan industri.
Langkah ini diambil setelah sebelumnya pemerintah berupaya menahan harga solar domestik pada awal bulan ini.
Baca Juga: Harga Tembaga Rebound Rabu (25/3) Pagi, Didorong Pelemahan Dolar
Namun, tekanan harga energi global membuat kebijakan tersebut sulit dipertahankan.
Dengan pendekatan baru ini, Thailand berharap tetap menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan perlindungan kepada sektor-sektor yang paling terdampak oleh lonjakan harga energi.













