Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Ketegangan China dan Jepang kembali memanas. Pemerintah China melayangkan protes resmi setelah terjadi aksi pembobolan di kedutaan besarnya di Tokyo.
Melansir Reuters, menurut Kementerian Luar Negeri China, seorang individu yang mengaku sebagai anggota aktif militer Jepang nekat memanjat tembok dan masuk secara paksa ke kompleks Kedutaan Besar China di Tokyo pada Selasa (24/3/2026) pagi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyebut pelaku juga mengancam akan membunuh staf diplomatik dengan alasan agama.
China menyatakan “sangat terkejut” atas insiden ini dan mendesak Jepang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, menghukum pelaku, serta memberikan penjelasan resmi.
Selain itu, Beijing juga meminta Tokyo menjamin keamanan seluruh fasilitas dan staf diplomatik China di Jepang.
Respons Jepang Masih Terbatas
Kementerian Pertahanan Jepang mengaku mengetahui laporan tersebut, namun belum memberikan komentar lebih lanjut.
Hal ini menambah ketidakpastian di tengah hubungan kedua negara yang memang sedang memburuk.
Baca Juga: Trump Ajukan 15 Poin dalam Proposal Damai untuk Akhiri Perang Iran
Ketegangan Sudah Lama Terjadi
Relasi China–Jepang terus memanas sejak pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada November lalu. Ia menyebut Jepang bisa merespons secara militer jika China menyerang Taiwan dan mengancam wilayah Jepang.
Sejak saat itu, serangkaian gesekan terjadi, mulai dari pembatasan perdagangan hingga ketegangan militer.
Tonton: Breaking News: Kapal Induk Terbesar Dunia Tinggalkan Zona Perang!
Bahkan, Jepang juga dikabarkan akan menurunkan status hubungan diplomatiknya dengan China dalam laporan resmi terbaru, sebuah sinyal kuat bahwa relasi kedua negara terus memburuk.













