Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Para pelaku usaha gaun pengantin di Huqiu Bridal City, Suzhou salah satu pusat perdagangan gaun pengantin terbesar di China menaruh harapan besar pada tren kenaikan jumlah pernikahan yang mulai terlihat sepanjang 2025.
Kenaikan angka pernikahan pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi titik terang di tengah gambaran suram demografi China.
Data resmi yang dirilis Senin (19/1/2026) menunjukkan tingkat kelahiran China kembali mencetak rekor terendah pada 2025, sementara total populasi menyusut untuk tahun keempat berturut-turut.
Baca Juga: Empat Tahun Berturut Populasi China Terus Menurun, Apa Penyebabnya?
Berdasarkan data Kementerian Urusan Sipil China, jumlah pernikahan naik 8,5% pada sembilan bulan pertama 2025.
Kenaikan ini didorong oleh kombinasi perubahan kebijakan pemerintah serta faktor budaya yang dinilai lebih menguntungkan.
Tren tersebut meningkatkan peluang bahwa jumlah pernikahan sepanjang 2025 akan menghentikan penurunan angka pernikahan tahunan yang hampir tak terputus selama lebih dari satu dekade terakhir.
Chen Juan, salah satu pemilik toko Luoyi Bridal, mengatakan penurunan tajam pernikahan pada 2024 terjadi karena tahun tersebut dianggap kurang membawa keberuntungan untuk menikah. Akibatnya, banyak pasangan menunda pernikahan hingga 2025.
Di tokonya, harga gaun pengantin berkisar antara 1.000 yuan hingga sekitar 4.000 yuan untuk model yang lebih mewah.
“Banyak pasangan memilih menunggu tahun ini,” ujar Chen.
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke Bawah 92.000 Gara-Gara Trump, Lihat Proyeksi Support Berikutnya
Huqiu Bridal City sendiri menampung lebih dari 800 toko yang menjual gaun pengantin berbahan taffeta, sutra, hingga renda, menjadikannya pusat utama industri pernikahan di China.
Kebijakan nasional yang diberlakukan pada Mei 2025 yang memungkinkan pasangan menikah di mana saja di China, tidak lagi terbatas di daerah domisili juga turut mendorong pemulihan angka pernikahan.
Menyikapi kebijakan tersebut, sejumlah pemerintah daerah berlomba menarik wisatawan pernikahan dengan membuka kantor pencatatan nikah di lokasi wisata, festival musik, hingga stasiun kereta bawah tanah dan pusat perbelanjaan.
Chen optimistis pertumbuhan pernikahan akan berlanjut pada 2026 karena bertepatan dengan Tahun Kuda dalam kalender zodiak China, yang dianggap membawa kesuksesan.
Meski demikian, ia menilai insentif tambahan dari pemerintah tetap dibutuhkan.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil, Protes di Iran yang Mereda Menurunkan Peluang Serangan AS
“Jika pemerintah bisa memperkenalkan kebijakan insentif yang relevan, dampaknya akan jauh lebih besar, karena pandangan generasi muda terhadap pernikahan telah berubah,” kata Chen.
Menurunnya minat menikah di kalangan anak muda China kerap dikaitkan dengan mahalnya biaya pengasuhan anak dan pendidikan.
Beberapa kota telah menawarkan voucher tunai bagi pasangan baru sebagai upaya mendorong pernikahan.
Zhu Jiaomei (31), penjual gaun pengantin pesanan khusus di Huqiu, menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan lebih menentukan minat orang untuk menikah dibandingkan kebijakan khusus pernikahan.
“Yang paling penting adalah ekonomi membaik dan orang-orang punya kepercayaan terhadap masa depan. Saat ini pekerjaan kurang stabil, jadi orang cenderung berhemat,” ujarnya. Ia menambahkan, anggaran pernikahan saat ini rata-rata hanya setengah dari sebelum pandemi Covid-19.
Bagi Cheng Yonggui (48), penjual sepatu pengantin, meningkatnya angka pernikahan memiliki arti personal.
Baca Juga: Harga Minyak Stabil Senin Pagi (19/1): Brent ke US$ 64,18 & WTI ke US$ 59,52
Dengan dua putra yang mendekati usia menikah, Cheng mengaku cemas menghadapi persaingan mencari pasangan di China, di mana jumlah pria jauh lebih banyak dibandingkan perempuan akibat preferensi budaya terhadap anak laki-laki di masa lalu.
Di China, keluarga mempelai pria umumnya diharapkan membantu menyediakan apartemen, mobil, serta sejumlah uang sebelum pernikahan berlangsung.
Cheng memperkirakan biaya yang harus ia dan suaminya tanggung mencapai “setidaknya satu juta yuan” untuk setiap anak.
“Tekanannya sangat besar, tapi kami berusaha semampu kami,” kata Cheng.
“Saya berharap semakin banyak orang menikah, bisnis kami semakin baik, dan anak-anak kami bisa hidup lebih bahagia.”












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
