Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan China Jadi 4,5% Tahun Depan

Kamis, 22 September 2022 | 17:27 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan China Jadi 4,5% Tahun Depan

ILUSTRASI. Goldman Sachs Group memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2023. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Goldman Sachs Group memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2023 lantaran negara itu masih tetap mempertahankan kebijakan Zero Covid-19 yang ketat hingga kuartal pertama tahun depan. 

Ekonom Goldman yang dipimpin oleh Hui Shan dalam risetnya mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi China pangkas tajam menjadi 5,3% menjadi 4,5% untuk tahun depan. Sementara proyeksi tahun ini tidak berubah yakni 3%. 

China tidak mungkin mulai melonggarkan kebijakan pengendalian Covid-19 sebelum kuartal kedua tahun depan karena pertama-tama akan mencoba dan memastikan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi untuk orang tua, lebih banyak pembuatan pil Covid yang murah dan efektif dan kondisi lainnya.

Baca Juga: Goldman Sachs Pangkas Proyeksi PDB AS Tahun 2023

"Pihak berwenang mungkin juga ingin menunggu hingga setelah musim liburan puncak Tahun Baru Imlek dan sesi parlemen Maret mendatang ketika perombakan pejabat pemerintah selesai, sebelum keluar dari strategi Covid Zero," tulis Hui Shan dalam risetnya seperti dikutip Bloomberg, Kamis (22/9). 

Analis terus menurunkan perkiraan pertumbuhan China tahun ini dan berikutnya karena prospek ekonomi dibayangi oleh penguncian berulang untuk menahan wabah Covid, krisis properti yang terus-menerus, dan ekspor yang melambat. Rata-rata proyeksi analis yang disurvei Bloomberg untuk ekonomi China 3,5% tahun ini dan 5,2% tahun depan. 

Baca Juga: Diangkat Jadi Raja, Charles Hadapi Kondisi Ekonomi Inggris yang Suram

Pola pertumbuhan yang bergejolak sepanjang tahun ini menunjukkan betapa rentannya perekonomian terhadap pembatasan pergerakan yang ketat. Ekonomi hampir terdorong ke dalam kontraksi pada kuartal kedua setelah Shanghai dan kota-kota lain dikunci, dan pemulihan anemia bulan lalu mengikuti gejolak Juli dalam kasus-kasus yang kembali menarik pertumbuhan ke bawah.

Setiap pelonggaran pembatasan Covid mungkin akan diikuti oleh lonjakan infeksi, berkurangnya mobilitas dan kemungkinan gangguan rantai pasokan, yang akan mengekang aktivitas ekonomi, kata para ekonom.

Editor: Handoyo .

Terbaru