kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Gubernur Beirut: Banyak jasad yang belum teridentifikasi merupakan pekerja asing


Senin, 10 Agustus 2020 / 06:02 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria berjalan di dekat reruntuhan di lokasi ledakan yang terjadi pada hari Selasa, di area pelabuhan Beirut, Libanon, Jumat (7/8/2020). REUTERS/Mohamed Azakir


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIRUT. Gubernur Kota Beirut mengatakan, banyak pekerja asing dan pengemudi truk hilang dan dianggap termasuk di antara korban ledakan gudang pelabuhan Beirut. Hal ini mempersulit upaya untuk mengidentifikasi para korban.

"Ada banyak orang hilang yang tidak bisa kami identifikasi. Mereka adalah supir truk dan pekerja asing," kata Marwan Abboud kepada saluran televisi Al Jadeed seperti yang dikutip Reuters. "Tidak ada yang mengidentifikasi mereka. Ini adalah tugas sulit yang membutuhkan waktu."

Pemerintah Suriah mengatakan bahwa sekitar 45 dari lebih 158 orang yang dikonfirmasi tewas dalam ledakan itu adalah warga negara Suriah. Warga Suriah merupakan angkatan kerja asing terbesar di Lebanon, di mana mereka bekerja di bidang konstruksi, pertanian, dan transportasi.

Baca Juga: Pemimpin Hezbollah bantah pihaknya terlibat dalam ledakan di Lebanon

Sementara itu, Reuters memberitakan, kondisi di Lebanon tampak mencekam. Polisi Lebanon menembakkan gas air mata untuk mencoba membubarkan pengunjuk rasa yang melempar batu yang memblokir jalan dekat parlemen di Beirut pada Minggu (9/8/2020) dalam aksi demonstrasi hari kedua anti-pemerintah yang dipicu oleh ledakan dahsyat pekan lalu.

Tayangan TV media lokal menunjukkan, kebakaran terjadi di pintu masuk Parlemen Square ketika para demonstran mencoba masuk ke area yang tertutup. Para pengunjuk rasa juga masuk ke kantor kementerian perumahan dan transportasi.

Baca Juga: Petaka Beirut dan Regulasi Kimia Reaktif

Dua menteri pemerintah mengundurkan diri di tengah dampak politik dari ledakan dan krisis ekonomi selama berbulan-bulan, dengan mengatakan pemerintah telah gagal untuk melakukan reformasi.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×