kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Gugatan Class Action, Hyundai dan Kia Bayar US$ 200 Juta ke 9 Juta Konsumen AS


Jumat, 19 Mei 2023 / 07:58 WIB
Gugatan Class Action, Hyundai dan Kia Bayar US$ 200 Juta ke 9 Juta Konsumen AS
ILUSTRASI. Logo Hyundai Motor


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON.  Hyundai Motor dan Kia Corp menyetujui penyelesaian gugatan class action konsumen senilai US$ 200 juta atas pencurian mobil yang merajalela terhadap kendaraan-kendaraan dari kedua produsen mobil asal Korea tersebut,

Pada bulan Februari lalu, para produsen mobil Korea mengatakan bahwa mereka akan menawarkan peningkatan perangkat lunak untuk 8,3 juta kendaraan di Amerika Serikat.

Dimana kendaraan tersebut tidak dilengkapi dengan alat anti-pencurian untuk membantu mencegah pencurian mobil yang semakin meningkat dengan menggunakan metode yang dipopulerkan di TikTok dan saluran media sosial lainnya.

Pengacara para penggugat mengatakan, penyelesaian ini mencakup sekitar 9 juta pemilik mobil di AS dan mencakup hingga US$145 juta untuk kerugian yang ditanggung sendiri oleh konsumen yang mobilnya dicuri.

Baca Juga: Kompetisi Pasar Mobil Listrik Bakal Makin Ramai

Hyundai dan Kia mengatakan bahwa mereka akan memberikan kompensasi kepada pemilik yang mengalami kerugian atau kerusakan kendaraan terkait pencurian. Sebagai tambahan dari penggantian biaya tambahan asuransi, peningkatan premi asuransi, dan kerugian terkait pencurian lainnya.

Untuk pelanggan yang kendaraannya tidak dapat mengakomodasi peningkatan perangkat lunak keamanan, produsen mobil Korea tersebut akan memberikan hingga US$300 untuk pembelian kunci roda kemudi dan perangkat pencegah atau pencegah pencurian lainnya.

"Penyelesaian ini akan memberikan manfaat sesegera mungkin bagi mereka yang menderita kerugian," kata pengacara penggugat Steve Berman.

Regulator mengatakan, penyebab maraknya tingkat pencurian mobil disebabkan video TikTok yang menunjukkan cara mencuri mobil tanpa menekan tombol dan melumpuhkan perangkat anti-pencurian telah menyebabkan setidaknya 14 kecelakaan yang dilaporkan dan delapan korban jiwa di Amerika Serikat.

Penyelesaian atas kasus perlindungan konsumen ini mencakup pemilik kendaraan Hyundai atau Kia model tahun 2011 hingga 2022 dengan sistem pengapian kunci baja yang tergolong manual (tradisional).

Mereka menggugat perusahaan mobil tersebut termasuk pembayaran untuk total kerugian kendaraan hingga US$ 6.125, kerusakan kendaraan dan properti pribadi hingga $ 3.375 dan biaya terkait asuransi.

Biaya terkait lainnya termasuk sewa mobil, taksi atau biaya transportasi lainnya yang tidak ditanggung oleh asuransi juga termasuk dalam kesepakatan penyelesaian.

Baca Juga: Hyundai Motor Group akan Investasikan US$ 18 Miliar di Korsel untuk Kendaraan Listrik

Pemilik juga dapat memperoleh penggantian untuk biaya derek dan untuk kendaraan curian yang mengalami tabrakan atau tidak pernah ditemukan kembali, serta pembayaran untuk tilang atau hukuman atau denda lain yang timbul dari kendaraan curian.

Adapun kota besar yang telah menggugat produsen mobil atas pencurian tersebut di antaranya St Louis, Missouri, Cleveland, Ohio; San Diego, California; Milwaukee, Wisconsin; Columbus, Ohio; Baltimore dan Seattle.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×