kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Hadiah Nobel Kimia 2019 jadi milik tiga pengembang baterai lithium


Rabu, 09 Oktober 2019 / 19:14 WIB

Hadiah Nobel Kimia 2019 jadi milik tiga pengembang baterai lithium
ILUSTRASI. Nobel

KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Ilmuwan John Goodenough, Stanley Whittingham, dan Akira Yoshino memenangkan Hadiah Nobel Kimia 2019 untuk pengembangan baterai lithium-ion, teknologi penting yang memungkinkan dunia beralih dari bahan bakar fosil.

Komisi Nobel mengumumkan kemenangan ketiganya pada Rabu (9/10) di Stockholm. Dan, Goodenough asal Amerika Serikat yang berusia 97 tahun sekaligus menjadi pemenang tertua sepanjang sejarah pemberian Nobel.

"Baterai isi ulang ini meletakkan dasar elektronik nirkabel, seperti ponsel dan laptop," kata Royal Swedish Academy of Sciences seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Hadiah Nobel Fisika 2019 jatuh pada penemu planet di luar Bima Sakti

"Ini juga memungkinkan dunia bebas bahan bakar fosil, karena digunakan untuk semuanya, mulai dari menyalakan mobil listrik hingga menyimpan energi dari sumber yang terbarukan," ujar Royal Swedish Academy of Sciences.

Whittingham mengembangkan baterai lithium fungsional pertama pada awal 1970-an. Goodenough kemudian menggandakan potensi baterai itu pada dekade berikutnya, dan Yoshino menghilangkan lithium murni dari baterai lalu membuatnya jauh lebih aman untuk digunakan.

Hadiah untuk pencapaian dalam sains, sastra, dan perdamaian diciptakan dan didanai atas kehendak Alfred Nobel, penemu dinamit asal Swedia Alfred. Pemberian penghargaan ini sudah berlangsung sejak 1901 silam.

Baca Juga: Selamat, ilmuwan AS dan Inggris menyabet Nobel Kedokteran 2019

Sebelumnya, ahli kosmologi Kanada-Amerika James Peebles serta dua ilmuwan Swiss Michel Mayor dan Didier Queloz memenangkan Hadiah Nobel Fisika 2019, karena mengungkapkan keajaiban evolusi alam semesta dan menemukan planet yang mengorbit di luar matahari.

Lalu, dua ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) dan satu dari Inggris memenangkan Nobel Kedokteran 2019, lantaran temuan mereka membuka jalan bagi strategi baru untuk memerangi penyakit, seperti anemia dan kanker. Ketiga ilmuwan itu adalah William Kaelin dan Gregg Semenza asal AS serta Peter Ratcliffe dari Inggris.

 


Reporter: SS. Kurniawan
Editor: S.S. Kurniawan

Video Pilihan

Tag
Terpopuler

Close [X]
×