kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Harapan Putin: Senjata Nuklir Tidak Diperlukan di Ukraina


Senin, 05 Mei 2025 / 10:30 WIB
Harapan Putin: Senjata Nuklir Tidak Diperlukan di Ukraina
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dirinya berharap senjata nuklir tidak akan diperlukan di Ukraina. Yuri Kochetkov/Pool via REUTERS 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Berbicara pada hari Minggu di konferensi pers bersama dengan Presiden Ceko Petr Pavel, Zelensky mencatat bahwa Rusia telah mengabaikan usulan AS untuk gencatan senjata penuh selama 54 hari dan berterima kasih kepada Republik Ceko karena mendukung seruan Ukraina untuk gencatan senjata selama 30 hari.

"Putin sangat ingin memamerkan tank-tanknya di parade (Hari Kemenangan)," kata Zelensky, "tetapi dia harus berpikir untuk mengakhiri perangnya."

Zelensky kembali menyatakan skeptisisme yang mendalam atas usulan Rusia tentang gencatan senjata selama 72 jam di Ukraina untuk menandai Hari Kemenangan dalam Perang Dunia II, dengan mengatakan Moskow terus melancarkan ratusan serangan meskipun secara terbuka mengisyaratkan minatnya pada gencatan senjata sebagian.

"Bahkan selama Paskah, meskipun ada janji — termasuk kepada Amerika Serikat — Rusia melakukan lebih dari seratus serangan," kata Zelensky, mengacu pada serangan Rusia selama gencatan senjata Paskah selama 30 jam yang dideklarasikan secara sepihak oleh Putin.

Zelensky telah berulang kali menyerukan jeda permusuhan yang lebih substansial selama 30 hari, seperti yang awalnya diusulkan AS.

Tonton: Putin Tegaskan Rusia Siap Berunding dengan Ukraina Tanpa Prasyarat I KONTAN News

Kremlin mengatakan gencatan senjata Hari Kemenangan dilakukan atas dasar kemanusiaan dan akan berlangsung mulai 8 Mei dan berlangsung hingga akhir 10 Mei untuk menandai kekalahan Moskow atas Nazi Jerman pada tahun 1945 — hari libur sekuler terbesar Rusia.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×