kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga Bitcoin jatuh pasca dakwaan pemilik situs porno anak terbesar dibuka


Kamis, 17 Oktober 2019 / 17:38 WIB

Harga Bitcoin jatuh pasca dakwaan pemilik situs porno anak terbesar dibuka
ILUSTRASI. People walk past a board with the logo of Bitcoin in a street in Yerevan, Armenia September 9, 2019. REUTERS/Anton Vaganov


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Harga mata uang crypto jatuh, pasca pejabat Amerika Serikat  dan Korea Selatan mengungkap 18 halaman dakwaan atas Jong Woo Son, pemilik situs pornografi anak terbesar yang didanai Bitcoin. Pada perdagangan Rabu (16/10) lalu, Bitfine/USD turun 4,3%, sementara ETH / USD jatuh 6,3% dan XRP juga turun 5,1%.

Penurunkan harga mata uang krito terpacu setelah AS membuka dakwaan terhadap Jong Woo Son, yang diduga mengoperasikan situs Darknet yang didanai dengan Bitcoin.  Soon diduga telah mendistribusikan videop pornografi yang melibatkan anak-anak lebih dari 1 juta video.

Son adalah warga Korea Selatan kini harus menjalani 18 bulan penjara . Pihak berwenang juga telah menangkap 337 pengguna situs di 11 negara sejak situs itu ditutup itu.

Baca Juga: Bintang porno mengembalikan uang suap Trump

Jaksa federal menyebut,  Darknet adalag situseksploitasi seksual anak  terbesar di dunia yang didanai dengan bitcoin. Departemen itu mengungkapkan,  Jong Woo Son yang ditahan di Korea Selatan itu telah mengoperasikan situs web jaring gelap yang disebut Welcome to Video,  di mana pengguna di seluruh dunia melihat apa yang oleh penyelidik disebut konten porno  yang disebut keji dan tercela dengan melibatkan anak-anak.

Tuduhan Son termasuk konspirasi, pencucian uang dan produksi, iklan dan distribusi pornografi anak. Jaksa berusaha untuk mengambil  24 bitcoin milik Son  dan  berupaya melakukan ekstradisi dari Korea Selatan setelah menyelesaikan hukuman 18 bulan di sana.

Pihak berwenang mengatakan mereka mendeteksi pengguna situs web dark net di 23 negara bagian dan berbagai negara, termasuk Inggris, Korea Selatan, Jerman, Arab Saudi, Kanada, Spanyol, Brasil, dan Australia. "Situs internet gelap itu mendapat keuntungan dari eksploitasi seksual anak-anak adalah salah satu bentuk perilaku kriminal yang paling keji dan tercela," kata Asisten Jaksa Agung Brian A. Benczkowski dalam sebuah pernyataan. (16/10)

Baca Juga: Trump suap bintang porno Rp 1,7 miliar

Departemen Kehakiman, kata Benczkowski,   juga tetap berkomitmen kuat untuk bekerja sama dengan mitra di Korea Selatan dan di seluruh dunia untuk menyelamatkan korban anak-anak dan mengadili para pelaku kejahatan yang menjijikkan ini.

Pihak berwenang mengatakan mereka menggunakan metode pelacakan bitcoin canggih untuk menemukan lokasi server net gelap, mengidentifikasi administrator dan mempelajari alamat fisiknya di Korea Selatan. Penyelidik di seluruh dunia berbagi informasi dari server yang disita dan menyelamatkan 23 anak di Amerika Serikat, Spanyol dan Inggris yang dilecehkan itu.

 

 


Reporter: Titis Nurdiana
Editor: Titis Nurdiana

Video Pilihan


Close [X]
×