kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.078   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.925   12,07   0,20%
  • KOMPAS100 770   1,23   0,16%
  • LQ45 588   0,20   0,03%
  • ISSI 204   0,75   0,37%
  • IDX30 332   -0,24   -0,07%
  • IDXHIDIV20 411   -0,66   -0,16%
  • IDX80 88   0,15   0,18%
  • IDXV30 112   0,56   0,50%
  • IDXQ30 107   -0,40   -0,38%

Harga Emas Bergerak Stabil Jumat (10/7), tetapi Terancam Ditutup Melemah Pekan Ini


Jumat, 10 Juli 2026 / 08:23 WIB
Harga Emas Bergerak Stabil Jumat (10/7), tetapi Terancam Ditutup Melemah Pekan Ini
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/GOLD (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak stabil pada awal perdagangan Jumat (10/7/2026), namun masih berada di jalur penurunan mingguan.

Pelaku pasar menilai meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memicu inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: Pelatih Spanyol Sebut Belgia Jadi Ujian Terberat di Piala Dunia

Melansir Reuters, harga emas spot tercatat stabil di US$ 4.122,09 per ons troi hingga pukul 00.47 GMT. Meski demikian, logam mulia tersebut diperkirakan mencatat penurunan lebih dari 1% sepanjang pekan ini.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,2% menjadi US$ 4.131,50 per ons troi.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah militer Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk pada Kamis (9/7).

Serangan itu merupakan balasan atas serangan AS terhadap wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran, sekaligus semakin mengikis gencatan senjata yang telah berlangsung selama tiga pekan.

Baca Juga: Yen Tertekan Dekati Level Terendah 40 Tahun Jumat (10/7), Waspadai Intervensi Jepang

Konflik tersebut memicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan mendorong inflasi lebih tinggi, sehingga meningkatkan peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga tahun ini.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 64%, naik dari sekitar 54% sepekan sebelumnya.

Risalah rapat The Fed pada Juni yang dirilis awal pekan ini juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran para pejabat bank sentral terhadap tekanan inflasi.

Beberapa anggota bahkan menilai terdapat alasan yang cukup kuat untuk kembali menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan, dirinya tidak memperkirakan harga energi akan terus meningkat hingga akhir tahun meskipun konflik di Timur Tengah kembali memanas.

Baca Juga: Paul Grewal Tinggalkan Coinbase, Bagaimana Nasib Regulasi Kripto?

Sementara itu, data terbaru menunjukkan jumlah klaim baru tunjangan pengangguran di Amerika Serikat turun pada pekan lalu.

Kondisi tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja masih cukup kuat meski pertumbuhan lapangan kerja melambat pada Juni.

Prospek kebijakan moneter yang lebih ketat juga mendorong HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 dan 2027.

Bank tersebut menilai perubahan ekspektasi menuju kebijakan moneter AS yang lebih hawkish serta penguatan dolar AS akan membatasi kenaikan harga emas.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,1% menjadi US$ 59,94 per ons troi, platinum naik 0,2% ke US$ 1.614,22 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,4% menjadi US$ 1.252,75 per ons troi.

Meski demikian, ketiga logam tersebut juga diperkirakan akan menutup pekan ini dengan kinerja negatif.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×