Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil mendekati level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Kamis (7/5/2026), seiring pelaku pasar masih menunggu kejelasan terkait potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat relatif tidak berubah di level US$ 4.688,16 per ons troi pada pukul 00.59 GMT. Sebelumnya, harga emas melonjak hampir 3% pada Rabu (6/5) dan mencapai level tertinggi sejak 27 April.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik tipis 0,1% menjadi US$ 4.696,60 per ons troi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Rebound Usai Jatuh 7% Kamis (7/5) Pagi, Brent ke US$ 102,15
Sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan negosiasi antara AS dan Iran.
Iran pada Rabu (6/5/2026) menyatakan sedang meninjau proposal perdamaian dari AS yang disebut-sebut akan secara resmi mengakhiri perang, meski sejumlah tuntutan utama Washington masih belum terselesaikan.
Beberapa isu yang masih menjadi perdebatan antara lain penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di tengah harapan meredanya konflik, pasar saham global justru mencetak rekor baru pada Rabu.
Sementara itu, dolar AS dan harga minyak melemah setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat menuju kesepakatan damai.
Baca Juga: Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Ribuan Dolar, FIFA Angkat Bicara
Dari sisi data ekonomi, laporan ADP menunjukkan payroll sektor swasta AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada April 2026. Data tersebut memperlihatkan pasar tenaga kerja AS masih cukup solid.
Pelaku pasar kini menanti laporan tenaga kerja bulanan AS yang akan dirilis Jumat (8/5).
Data tersebut dinilai akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah ekonomi AS masih cukup kuat sehingga bank sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, atau justru membuka peluang penurunan suku bunga jika pasar tenaga kerja mulai melunak.
Sejumlah pejabat The Fed juga menyampaikan bahwa perang yang didukung AS terhadap Iran meningkatkan risiko lonjakan inflasi berkepanjangan.
Harga minyak yang tetap tinggi dan potensi gangguan rantai pasok global dinilai menjadi faktor utama yang dapat menekan inflasi.
Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tetap Panas meski Konflik AS-Iran Berakhir, Ini Penyebabnya
Di sisi lain, SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melaporkan kepemilikan emasnya turun 0,2% menjadi 942,50 metrik ton pada Selasa (6/5).
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,2% menjadi US$ 77,16 per ons troi. Harga platinum naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.062,50, sedangkan palladium melemah 0,3% ke level US$ 1.533,25 per ons troi.













