Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas melonjak lebih dari 2% pada Rabu (18/2/2026), seiring investor mencermati meningkatnya risiko geopolitik, meskipun risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Januari menunjukkan perbedaan pandangan pejabat bank sentral terkait arah suku bunga ke depan.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 2,4% menjadi US$4.992,11 per ons troi pada pukul 14.18 waktu setempat (1918 GMT). Sehari sebelumnya, harga emas sempat merosot lebih dari 2% ke US$4.841,74 per ons, level terendah dalam sepekan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Ditutup Melonjak 4% Rabu (18/2), Geopolitik Panaskan Pasar
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2,1% ke level US$5.009,50 per ons.
“Ada kekhawatiran terkait ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, baik antara Iran dan Amerika Serikat maupun konflik lainnya,” ujar Edward Meir, analis Marex.
Namun demikian, ia menambahkan bahwa sepanjang Februari, harga emas bergerak dalam rentang yang relatif sempit sehingga belum terlihat arah pergerakan yang benar-benar jelas.
Di sisi geopolitik, perundingan damai selama dua hari antara Rusia dan Ukraina di Jenewa berakhir tanpa terobosan.
Gedung Putih juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran di Jenewa hanya menghasilkan kemajuan terbatas, dengan sejumlah perbedaan yang masih harus dibahas lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Juga: Energi AS Melesat, Jepang Suntik US$ 36 Miliar ke Proyek Raksasa
Risalah rapat The Fed menunjukkan para pejabat hampir sepakat mempertahankan suku bunga bulan lalu. Namun, terdapat perbedaan pandangan mengenai prospek ke depan.
Beberapa pejabat memperingatkan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain mendiskusikan kapan dan apakah pemangkasan suku bunga perlu dilakukan.
Tai Wong, pedagang logam independen, menilai emas berpotensi kembali menembus level US$5.000 per ons meskipun risalah The Fed bernada sedikit hawkish.
“Mayoritas pasar saat ini tidak melihat adanya perubahan suku bunga setidaknya hingga Juni,” ujarnya.
Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen Januari lebih lemah dari perkiraan, namun pertumbuhan lapangan kerja melampaui ekspektasi dan tingkat pengangguran menurun.
Investor kini menantikan laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Jumat, indikator inflasi pilihan The Fed, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut terkait arah inflasi dan implikasinya terhadap kebijakan suku bunga.
Baca Juga: Vatikan Tolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Ini Alasannya
Sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), emas cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot melonjak 5,2% menjadi US$77,24 per ons troi setelah sehari sebelumnya turun lebih dari 4%.
Platinum naik 3,5% ke US$2.078,28 per ons troi, sementara paladium menguat 1,2% menjadi US$1.702,75 per ons troi.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)