kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Harga Minyak Dunia Ditutup Melonjak 4% Rabu (18/2), Geopolitik Panaskan Pasar


Kamis, 19 Februari 2026 / 05:12 WIB
Harga Minyak Dunia Ditutup Melonjak 4% Rabu (18/2), Geopolitik Panaskan Pasar
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Angus Mordant)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia ditutup melonjak lebih dari 4% pada Rabu (18/2/2026), seiring pelaku pasar memperhitungkan potensi gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta berakhirnya perundingan damai Rusia-Ukraina di Jenewa tanpa terobosan berarti.

Melansir Reuters, minyak mentah Brent ditutup naik US$2,93 atau 4,35% menjadi US$70,35 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$2,86 atau 4,59% menjadi US$65,19 per barel.

Baca Juga: Energi AS Melesat, Jepang Suntik US$ 36 Miliar ke Proyek Raksasa

Keduanya mencatat penutupan tertinggi sejak 30 Januari, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam dua pekan.

Kenaikan semakin tajam menjelang akhir sesi, dengan harga sempat melonjak lebih dari US$3, menyusul laporan media bahwa Israel meningkatkan status siaga di tengah indikasi kemungkinan serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel, menurut Phil Flynn, analis senior Price Futures Group.

“Pergerakan besar harga minyak hari ini sepenuhnya didorong oleh faktor geopolitik. Pasar terus bereaksi terhadap perkembangan terkait pertemuan AS-Iran serta Rusia-Ukraina,” ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.

“Pasar kini memasukkan premi risiko tambahan atas potensi gangguan pasokan.”

Baca Juga: Kepemimpinan ECB, Spekulasi Mundur Lagarde Ancam Stabilitas Euro

Pada Selasa, harga minyak sempat melemah setelah Menteri Luar Negeri Iran menyatakan Teheran dan Washington telah mencapai kesepahaman terkait prinsip dasar perundingan nuklir.

Namun pada Rabu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa Iran dan Rusia akan menggelar latihan angkatan laut di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara pada Kamis.

Media pemerintah Iran sebelumnya juga melaporkan bahwa sebagian Selat Hormuz jalur vital distribusi minyak global ditutup sementara karena alasan keamanan saat Garda Revolusi melakukan latihan militer.

Penutupan disebut berlangsung beberapa jam, meski tidak dijelaskan apakah jalur tersebut telah sepenuhnya dibuka kembali.

Analis komoditas SEB, Bjarne Schieldrop, menyatakan bahwa Iran memahami taktik negosiasi Presiden AS Donald Trump dan menyadari bahwa lonjakan harga minyak hingga US$150 per barel akibat gangguan ekspor melalui Selat Hormuz adalah hal yang paling tidak diinginkan Washington.

“Iran masih memiliki waktu untuk bernegosiasi dengan tenang,” tulisnya dalam sebuah catatan.

Sementara itu, konsultan politik Eurasia Group memperkirakan terdapat peluang 65% terjadinya serangan militer AS terhadap Iran sebelum akhir April.

“Pasar memantau peningkatan pergerakan peralatan militer AS ke kawasan tersebut, yang memberi sinyal bahwa potensi konflik semakin dekat,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital.

Baca Juga: Vatikan Tolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Ini Alasannya

Perundingan Damai Rusia-Ukraina Tanpa Hasil

Di sisi lain, perundingan damai selama dua hari antara Rusia dan Ukraina di Jenewa berakhir tanpa terobosan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuduh Moskow menghambat upaya mediasi AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung empat tahun.

Presiden Trump sebelumnya mendesak Ukraina untuk menyepakati kesepakatan yang berpotensi mengandung konsesi sulit, sementara pasukan Rusia terus menyerang infrastruktur energi Ukraina dan mencatat kemajuan di medan perang.

Zelenskiy menggambarkan perundingan tersebut sebagai “sulit.”

Menurut Kilduff, jika pembicaraan benar-benar gagal, pasar dapat melihat penurunan signifikan ekspor minyak Rusia ke pasar global, yang akan menjadi faktor pendukung kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Hampir 3% Usai Perundingan Rusia–Ukraina Buntu

Pelaku pasar kini menantikan laporan persediaan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan rilis Rabu, serta data resmi dari Energy Information Administration (EIA) pada Kamis.

Analis yang disurvei Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS meningkat pada pekan lalu.

Selanjutnya: Dihukum BEI, 50 Saham Ini Tidak Bisa Diperdagangkan Di Bursa, Apa Penyebabnya?

Menarik Dibaca: Warga Batang Wajib Tahu Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap Resmi Kemenag




TERBARU

[X]
×