kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.783   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.118   -5,00   -0,06%
  • KOMPAS100 1.140   3,42   0,30%
  • LQ45 828   4,51   0,55%
  • ISSI 287   -2,04   -0,71%
  • IDX30 432   2,38   0,55%
  • IDXHIDIV20 517   2,59   0,50%
  • IDX80 127   0,69   0,55%
  • IDXV30 141   0,36   0,25%
  • IDXQ30 140   0,37   0,27%

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Rabu (4/2) Pagi: Brent ke US$67,98 & WTI ke US$63,90


Rabu, 04 Februari 2026 / 09:12 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Rabu (4/2) Pagi: Brent ke US$67,98 & WTI ke US$63,90
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Todd Korol)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia kembali menguat pada Rabu (4/2/2026), melanjutkan kenaikan pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi ketegangan di Timur Tengah setelah serangkaian insiden yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 65 sen atau 1,0% menjadi US$67,98 per barel pada pukul 01.11 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 69 sen atau 1,1% ke level US$63,90 per barel. Pada perdagangan Selasa (3/2), kedua kontrak acuan tersebut telah melonjak hampir 2%.

Baca Juga: Harga Emas Terbang 2% Rabu (4/2), Lanjutkan Reli Terbesar Sejak 2008

Penguatan harga minyak dipicu oleh laporan bahwa militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang “secara agresif” mendekati kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Selain itu, ketegangan juga terjadi di Selat Hormuz, jalur vital antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Sejumlah kapal cepat bersenjata Iran dilaporkan mendekati sebuah kapal tanker berbendera AS di utara Oman, menurut sumber maritim dan konsultan keamanan.

Di sisi diplomatik, Iran menuntut agar perundingan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pekan ini digelar di Oman, bukan Turki, serta membatasi agenda pembahasan hanya pada isu nuklir.

Permintaan tersebut menimbulkan keraguan apakah pertemuan itu akan berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Keluarga Super Kaya Asia: Kekayaan Triliunan Terancam Gagal Waris?

“Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah memberikan dukungan terhadap pasar minyak,” kata analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida.

Sebagai informasi, anggota OPEC seperti Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui Selat Hormuz, terutama ke pasar Asia. Iran sendiri merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC pada 2025, berdasarkan data Badan Informasi Energi AS (EIA).

Harga minyak juga mendapat sentimen positif dari data industri yang menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah AS. Persediaan minyak di negara produsen dan konsumen terbesar dunia tersebut dilaporkan turun lebih dari 11 juta barel pekan lalu, mengacu pada data American Petroleum Institute (API).

Data resmi dari EIA dijadwalkan rilis pada Rabu pukul 10.30 waktu setempat (15.30 GMT). Sebelumnya, analis yang disurvei Reuters justru memperkirakan terjadi kenaikan persediaan minyak mentah.

Baca Juga: Konglomerasi Hong Kong CK Hutchison Gugat Panama ke Arbitrase Internasional, Ada Apa?

Pada perdagangan Selasa, harga minyak juga terdorong oleh kesepakatan dagang antara AS dan India yang memicu harapan akan penguatan permintaan energi global.

Selain itu, serangan Rusia yang terus berlanjut ke Ukraina memperkuat kekhawatiran bahwa pasokan minyak Rusia akan tetap berada di bawah tekanan sanksi.

“Kesepakatan dagang India-AS untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, ditambah konflik Rusia-Ukraina yang belum mereda, turut menopang harga minyak,” ujar Yoshida.

Ia memproyeksikan harga WTI akan bergerak di kisaran US$65 per barel dalam waktu dekat.

Selanjutnya: Rekomendasi Tablet Murah Anti Lemot: Pilih Ini Agar Produktivitas Meroket

Menarik Dibaca: Rekomendasi Tablet Murah Anti Lemot: Pilih Ini Agar Produktivitas Meroket




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×