Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas berpeluang mencatatkan kenaikan bulanan pada Jumat (29/8) setelah mencapai level tertinggi lebih dari satu bulan pada sesi sebelumnya.
Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pada September mendatang.
Pada pukul 04.30 waktu setempat, harga spot emas turun 0,3% menjadi US$3.408,26 per ons karena aksi ambil untung. Namun, sepanjang bulan ini, emas masih mencatat kenaikan 3,9% dan sempat menyentuh US$ 3.423,16 pada Kamis, level tertinggi sejak 23 Juli.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember melemah 0,2% menjadi US$ 3.469.
Baca Juga: Harga Emas Makin Kinclong Pasca Sinyal The Fed Akan Pangkas Bunga 2 Kali Tahun Ini
Dolar AS juga tercatat melemah secara bulanan, sehingga membuat emas yang dihargakan dengan dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
“Logam mulia tetap menjadi pilihan populer di kalangan investor menjelang periode kebijakan moneter yang lebih longgar di AS mulai bulan depan,” kata Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, pada Kamis menegaskan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga jangka pendek pada September, serta memberi sinyal kemungkinan penurunan lanjutan dalam tiga hingga enam bulan berikutnya.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang 86% The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan bulan depan.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, umumnya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Baca Juga: Harga Emas Stabil, Investor Menanti Pernyataan The Fed di Jackson Hole
Investor kini menunggu rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Personal (PCE), ukuran inflasi yang menjadi acuan The Fed, untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter.
“Jika PCE inti tetap di level 0,3% bulanan, hal ini akan memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed,” tambah Waterer.
Sementara itu, harga spot perak turun 0,7% menjadi US$ 38,81 per ons, platinum melemah 0,7% ke US$ 1.349,45, dan paladium turun tipis 0,1% menjadi US$ 1.101.