kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.735   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.567   41,50   0,64%
  • KOMPAS100 860   8,77   1,03%
  • LQ45 652   7,72   1,20%
  • ISSI 229   0,32   0,14%
  • IDX30 365   4,39   1,22%
  • IDXHIDIV20 449   5,78   1,31%
  • IDX80 98   1,04   1,07%
  • IDXV30 125   0,53   0,42%
  • IDXQ30 116   1,50   1,31%

Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Tenaga Kerja AS dan Pantau Konflik AS-Iran


Selasa, 01 September 2026 / 08:54 WIB
Harga Emas Stabil, Investor Tunggu Data Tenaga Kerja AS dan Pantau Konflik AS-Iran
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan Selasa (1/9/2026), setelah investor mencermati ketegangan di Timur Tengah dan menunggu sejumlah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot berada di level US$ 4.454,68 per ons troi pada pukul 00.57 GMT.

Harga tersebut relatif tidak berubah setelah pada perdagangan sebelumnya menyentuh level terendah sejak 19 Agustus.

Baca Juga: Indeks KOSPI Reli Ditopang Ekspor Chip Korea Selatan yang Didorong AI Terus Tumbuh

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 0,5% menjadi US$ 4.503,70 per ons troi.

Pergerakan emas selanjutnya akan banyak dipengaruhi data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan ini.

Sejumlah data yang menjadi perhatian investor antara lain lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, serta data nonfarm payrolls.

Data tersebut akan dicermati untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja sekaligus memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 65%.

Ekspektasi tersebut meningkat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pernyataan hawkish dalam simposium Jackson Hole.

Warsh mengatakan bank sentral AS masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila belum memperoleh keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target 2%.

Baca Juga: Yen Nyaris Tembus 160, Harapan BOJ Naikkan Bunga Kembali Menguat

Pernyataan tersebut sebelumnya memicu tekanan terhadap harga emas. Pada Jumat (28/8), harga emas merosot lebih dari 3%.

Emas memang kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya sangat menghormati Warsh dan menyebut bahwa Ketua The Fed tersebut akan melakukan apa yang diperlukan terkait kebijakan suku bunga.

Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian

Selain kebijakan moneter AS, investor juga memantau perkembangan konflik di Timur Tengah.

Trump pada Senin (31/8) mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran setelah kedua negara kembali terlibat dalam serangan langsung untuk pertama kalinya dalam sebulan.

Baca Juga: Belanja Modal Perusahaan Jepang Naik 1,6%, Peluang BOJ Naikkan Bunga Menguat

Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan pasar global. Investor pun berpotensi kembali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai apabila eskalasi konflik semakin meningkat.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga bergerak menguat. Harga perak spot naik 0,4% menjadi US$ 66,77 per ons troi.

Harga platinum naik 0,7% menjadi US$ 1.802,67 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,8% menjadi US$ 1.367,25 per ons troi.




TERBARU

[X]
×