Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak menguat pada Kamis (28/9/2025), bangkit dari koreksi di awal perdagangan setelah Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump tidak senang ketika mengetahui bahwa Rusia menyerang Ukraina dengan rudal dan drone.
Kamis (28/8/2025), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2025 ditutup naik 57 sen atau 0,8% ke US$ 68,62 per barel.
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Oktober 2025 ditutup menguat 45 sen atau 0,7% menjadi US$ 64,60 per barel.
Rusia menyerang Ukraina dengan rudal dan serangan pesawat tak berawak yang mematikan pada Kamis pagi, menewaskan sedikitnya 21 orang di Kyiv, kata pejabat kota.
Sementara itu, militer Ukraina mengatakan, telah menggunakan pesawat tak berawak untuk menyerang dua kilang minyak Rusia semalam.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Turun Kamis (28/8) Pagi, Brent ke US$67,74 & WTI ke US$63,79
Trump akan memberikan pernyataan mengenai situasi ini pada Kamis malam, kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada para wartawan. Kedua harga acuan minyak tersebut turun sekitar 1% di awal sesi perdagangan, tetapi berbalik positif setelah komentarnya.
Para pedagang juga mencermati respons India terhadap tekanan dari AS untuk berhenti membeli minyak Rusia, setelah Trump menggandakan tarif impor dari India hingga 50% pada hari Rabu.
Ekspor minyak Rusia ke India diperkirakan akan meningkat pada bulan September, menurut para pedagang, mengabaikan tekanan AS.
Harga minyak tertekan di awal sesi perdagangan karena para pedagang bersiap menghadapi penurunan permintaan bahan bakar setelah libur panjang Hari Buruh AS.
Pasokan minyak mentah juga diperkirakan akan meningkat karena rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi bulan September sebesar 547.000 barel per hari.
Permintaan yang melemah dan pasokan yang lebih tinggi akan menyebabkan peningkatan persediaan minyak, ungkap Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.
Baca Juga: Koreksi Harga Minyak Mentah jadi Momentum Emiten Petrokimia, Begini Prospeknya!
"Hal itu akan membebani harga minyak berjangka di seluruh spektrum seiring musim panas berganti menjadi musim gugur, dan seiring permintaan bensin menurun dan kilang beralih ke produk musim dingin dengan harga lebih rendah," kata mereka.
Yang semakin menekan harga minyak, pasokan minyak mentah Rusia ke Hongaria dan Slovakia melalui pipa Druzhba telah kembali normal setelah gangguan yang disebabkan oleh serangan Ukraina di Rusia pekan lalu, ungkap perusahaan minyak Hongaria MOL dan menteri ekonomi Slovakia pada hari Kamis.