kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga Minyak Tertekan di Pagi Ini: Potensi Pasokan Global & Penguatan Dolar AS


Jumat, 21 November 2025 / 09:44 WIB
Harga Minyak Tertekan di Pagi Ini: Potensi Pasokan Global & Penguatan Dolar AS
ILUSTRASI. harga minyak mentah acuan jenis Brent dan WTI sama-sama melemah lebih dari 1% di pagi ini (21/11/2025)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - PERTH. Harga minyak melanjutkan pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari ini karena Amerika Serikat (AS) mendorong tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina. Hal tersebut dapat meningkatkan pasokan minyak ke pasar global, di tengah ketidakpastian atas pemangkasan suku bunga AS menekan selera risiko investor.

Jumat (21/11/2025) pukul 09.15 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Januari 2026 turun 71 sen atau 1,12% ke US$ 62,67 per barel, setelah ditutup melemah 0,2% pada sesi sebelumnya. 

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Desember 2025 berada di level US$ 58,29 per barel atau melemah 1,20%, setelah ditutup melemah 0,5% pada hari Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Ringgit dan Baht Menguat Tipis Jumat (21/11) Pagi, di Tengah Lesunya Mata Uang Asia

Kedua kontrak diperkirakan akan turun lebih dari 2% minggu ini karena kekhawatiran kelebihan pasokan. Sentimen pasar berubah menjadi pesimis minggu ini karena Washington mendorong rencana perdamaian antara Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang tiga tahun, bahkan ketika sanksi terhadap produsen minyak utama Rusia, Rosneft dan Lukoil, seharusnya mulai berlaku pada hari Jumat. 

Lukoil memiliki waktu hingga 13 Desember untuk menjual portofolio internasionalnya yang besar.

"Dengan Ukraina yang belum secara resmi menolak kesepakatan tersebut, kecilnya kemungkinan tercapainya kesepakatan membebani harga, karena hal itu akan menghilangkan sebagian besar premi risiko geopolitik perang yang tertanam dalam minyak mentah," kata analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.

Penguatan dolar AS juga menekan harga minyak karena membuat komoditas tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar AS berada di jalur untuk mencatat minggu terbaiknya dalam lebih dari sebulan pada hari Jumat karena investor bertaruh bahwa Federal Reserve kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga bulan depan.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×