Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Harga perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, menembus level US$ 95 per ons troi pada Selasa (20/1/2026). Kenaikan ini memperpanjang reli harga perak yang telah melesat sekitar 31% secara year to date (YTD).
Melansir BeInCrypto, seiring reli yang kian menguat, harga perak kini mendekati level psikologis US$ 100 per ons troi. Bahkan, sejumlah analis memproyeksikan target yang jauh lebih tinggi, dengan perkiraan harga perak bisa mencapai US$ 300 pada 2026.
Perak Cetak Rekor Tertinggi Baru
Logam mulia kembali diburu investor setelah kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Uni Eropa memicu meningkatnya ketegangan geopolitik.
Seperti dilaporkan BeInCrypto, emas dan perak sama-sama mencetak rekor tertinggi pada hari sebelumnya. Tren kenaikan tersebut berlanjut hari ini, dengan kedua logam kembali mencatatkan rekor baru.
Berdasarkan data Companies Market Cap, perak kini menjadi aset dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia, hanya berada di bawah emas.
“Harga perak baru saja melonjak ke US$ 95 per ons troi, memecahkan seluruh rekor sebelumnya dan mengejutkan pasar global. Emas mungkin lebih banyak menyedot perhatian, tetapi laju kenaikan perak kini benar-benar mencuri sorotan,” tulis Mario Nawfal.
Baca Juga: Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi, Sengketa Greenland Dorong Aset Safe Haven
Ketegangan tarif terbaru bukan satu-satunya faktor pendorong lonjakan harga perak, yang bahkan sempat mengungguli kinerja emas. Reli ini mencerminkan kombinasi sejumlah faktor penting.
Di antaranya adalah pembelian aset lindung nilai (safe haven) yang berkelanjutan, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve yang menguntungkan aset tanpa imbal hasil, pengetatan pasokan di pasar fisik, serta lonjakan permintaan industri dari sektor energi surya, kendaraan listrik, elektronik, hingga infrastruktur teknologi tinggi.
Jalan Perak Menuju US$ 100 dan Lebih Tinggi Lagi
Para analis kini menilai level US$ 100 per ons troi sebagai target jangka pendek yang realistis. Ekonom Peter Schiff bahkan menyebut harga tersebut bisa tercapai secepatnya, bahkan mungkin dalam waktu dekat.
“Meski emas dan perak mencetak rekor hari ini, saham penambang emas Kanada nyaris tidak bergerak karena investor masih khawatir akan potensi aksi jual besar. Itu bisa berarti reli logam mulia besok justru lebih besar dari hari ini, dengan perak menembus US$ 100 per ons. Kita lihat saja nanti,” tulis Schiff.
Sementara target jangka pendek berkisar di level US$ 100, sebagian analis menilai potensi jangka panjang perak jauh lebih eksplosif. Dalam sebuah analisis mendalam, seorang analis memperkirakan harga perak bisa melonjak hingga US$ 300, dengan alasan adanya ketimpangan struktural antara perdagangan berbasis kertas dan pasokan fisik.
Baca Juga: Investor Emas dan Perak: Waspada Koreksi, Ini Peluang Beli Terbaik













