kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Harga Shiba Inu Diramal Akan Terus Anjlok di 2022, Ini Tanda-tandanya


Rabu, 19 Januari 2022 / 13:00 WIB


Sumber: The Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Setelah melonjak sebesar 60.00.000% hingga mencapai puncaknya pada akhir Oktober, Shiba Inu (SHIB) adalah salah satu aset dengan kinerja terbaik pada tahun 2021. 

Namun kini, harga Shiba Inu sedang mengalami crash. Sepertinya, penurunan tersebut akan terus berlanjut di tahun ini. 

Mengutip rekomendasi The Motley Fool, ini dua alasan utama mengapa investor harus menjual anjing cryptocurrency ini pada tahun 2022:

1. The greater-fool assumption tidak berlaku

The greater-fool assumption menyatakan bahwa investor dapat mencapai pengembalian positif dengan membeli suatu aset tanpa memperhatikan fundamental penilaian dan faktor penting lainnya karena orang lain akan membelinya dengan harga yang lebih tinggi.

Jika dikaitkan dengan Shiba Inu, reli besar Shiba Inu dimulai pada awal Oktober setelah CEO Tesla Elon Musk menuliskan tweet gambar anak anjing Shiba Inu-nya, bernama Floki. 

Baca Juga: Harga Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain Siap Rebound Jika Hal Ini Terjadi

Setelah lonjakan awal, koin terus melambung berdasarkan teori The greater-fool, investor yang menggunakan teori ini bahkan mungkin berpikir bahwa aset yang mereka beli dinilai terlalu tinggi berdasarkan fundamental atau pandangan kinerja jangka panjang, tetapi mereka masih berharap mendapat untung karena investor lain ("orang bodoh yang lebih besar") akan bersedia membayar lebih banyak lagi di masa depan.

Sekarang penilaian Shiba Inu mengalami kejatuhan (dengan kapitalisasi pasar US$ 16 miliar, turun 59% dari posisi tertinggi sepanjang masa US$ 39 miliar), the greater fool assumption tidak berlaku -- yang berarti pendorong permintaan utama telah lenyap. Sayangnya, dasar-dasar token tidak dapat menebus hype yang hilang.

Baca Juga: Harga Kripto Berguguran, Haruskah Berinvestasi di Mata Uang Kripto?

Sebagai token yang diprogram pada blockchain Ethereum, Shiba Inu berbagi batasan teknis dari jaringan induknya. Masalah-masalah ini termasuk kapasitas transaksi yang rendah yaitu 15 per detik dibandingkan dengan blockchain yang lebih baru seperti Solana, yang dapat menangani 50.000 transaksi per detik. 

Shiba Inu juga tidak mendapatkan keuntungan dari kepercayaan dan keuntungan penggerak pertama dari koin besar seperti Bitcoin, dan volatilitasnya yang ekstrim membuatnya menjadi penyimpan nilai yang buruk.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×