kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.743   36,00   0,22%
  • IDX 8.707   59,89   0,69%
  • KOMPAS100 1.200   6,00   0,50%
  • LQ45 848   1,12   0,13%
  • ISSI 313   4,44   1,44%
  • IDX30 437   -0,61   -0,14%
  • IDXHIDIV20 509   -1,26   -0,25%
  • IDX80 133   0,68   0,51%
  • IDXV30 139   0,24   0,17%
  • IDXQ30 140   -0,25   -0,18%

Harga Tembaga Awali 2026 Menguat, Lanjutkan Reli Rekor 2025


Jumat, 02 Januari 2026 / 09:26 WIB
Harga Tembaga Awali 2026 Menguat, Lanjutkan Reli Rekor 2025
ILUSTRASI. Tembaga (REUTERS/Fabian Bimmer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga tembaga global mengawali perdagangan tahun 2026 dengan penguatan, melanjutkan reli tajam yang terjadi sepanjang 2025 ketika harga logam merah ini melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.

Harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,8% menjadi US$ 12.525 per ton pada Jumat (2/1/2026) pukul 01.44 GMT.

Sementara itu, perdagangan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) libur pada hari tersebut.

Baca Juga: Bursa Saham Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi di Awal Perdagangan 2026

Sepanjang 2025, harga tembaga LME mencatat kenaikan sekitar 42%, didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan energi terbarukan, serta gangguan pasokan dari sejumlah tambang global.

Pelemahan dolar AS yang berlanjut di awal 2026 turut mendukung harga komoditas. Dolar AS memulai tahun ini dengan kinerja lemah setelah tertekan terhadap sebagian besar mata uang utama sepanjang 2025.

Kondisi tersebut membuat komoditas berdenominasi dolar, termasuk tembaga, menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Ke depan, pergerakan harga tembaga pada 2026 diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh permintaan dari China, mengingat peran penting negara tersebut sebagai konsumen utama tembaga dunia, khususnya untuk sektor listrik dan konstruksi.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Jumat (2/1), Usai Catat Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

Data terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur China secara mengejutkan tumbuh pada Desember 2025, mengakhiri tren kontraksi selama delapan bulan berturut-turut.

Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pesanan menjelang musim liburan, di tengah upaya pemerintah China mendorong sektor manufaktur tanpa memperburuk tekanan deflasi di ekonomi senilai US$ 19 triliun tersebut.

Sementara itu, pergerakan logam dasar lainnya cenderung bervariasi. Harga aluminium turun 0,1% menjadi US$ 2.992 per ton, seng (zinc) naik 0,1% ke US$ 3.121, timbal (lead) menguat 0,1% ke US$ 2.012, timah (tin) relatif stabil di US$ 40.545, dan nikel naik 0,6% ke US$ 16.750 per ton.

Selanjutnya: Dibuka Menkeu Purbaya, IHSG Menguat 0,39% di Awal Perdagangan 2026

Menarik Dibaca: Perdagangan Awal Tahun, IHSG Menanjak 0,3% (2/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×