Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga tembaga bertahan di atas level psikologis US$14.000 per ton pada perdagangan Kamis (20/8/2026).
Pelemahan dolar AS membantu menopang harga tembaga meski persediaan di London Metal Exchange (LME) meningkat dan meredakan kekhawatiran pasokan.
Melansir Reuters, kontrak tembaga LME untuk pengiriman tiga bulan turun 0,26% menjadi US$14.013,50 per ton pada pukul 07.03 GMT.
Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Menguat Seiring Meredanya Kegelisahan Pasar Obligasi
Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 0,21% menjadi 107.200 yuan atau sekitar US$15.943 per ton.
Kenaikan persediaan di LME menjadi faktor yang menekan harga tembaga. Data bursa menunjukkan stok tembaga on warrant, yakni logam yang belum ditandai untuk dikeluarkan dari gudang, meningkat lebih dari 35.000 ton pada Rabu (19/8).
Kenaikan tersebut sedikit meredakan kekhawatiran pasokan yang sebelumnya muncul akibat arus keluar tembaga menuju gudang-gudang di Amerika Serikat (AS). Pergerakan tersebut didorong potensi penerapan tarif terhadap tembaga olahan di AS.
Persediaan tembaga yang tersedia di LME telah meningkat lebih dari 50% sejak awal pekan. Namun, jumlahnya masih kurang dari setengah level tiga bulan lalu.
Baca Juga: Trump Ancam Jatuhkan Sanksi Ekonomi Negara yang Bantu Iran
Dolar AS Jadi Penopang Harga Tembaga
Meskipun persediaan meningkat, kekhawatiran terhadap ketersediaan tembaga belum sepenuhnya hilang.
Selisih harga tembaga tunai LME dengan kontrak tiga bulan terakhir tercatat sekitar US$280 per ton dalam kondisi backwardation.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih melihat adanya keterbatasan pasokan dalam jangka pendek.
"Pasar masih rentan setelah berbulan-bulan mengalami arus keluar persediaan, yang sebagian didorong oleh pengalihan logam ke AS menjelang tarif yang diperkirakan berlaku," tulis analis ING dalam sebuah catatan.
Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Puluhan Rudal dan 168 Drone
Di sisi lain, pelemahan dolar AS memberikan dukungan terhadap harga tembaga.
Dolar AS turun mendekati level terendah dalam tiga bulan setelah investor mencermati langkah Departemen Keuangan AS untuk meredakan tekanan di pasar obligasi.
Pelemahan dolar biasanya memberikan keuntungan bagi komoditas yang dihargai dalam dolar AS. Pasalnya, harga komoditas menjadi relatif lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Harga tembaga sendiri sempat tertekan ke level terendah dalam dua pekan pada Rabu (19/8), sebelum kembali menguat seiring pelemahan dolar AS.
Harga Logam Lain Bergerak Variatif
Baca Juga: Impor Batubara China pada Juli Naik 23% , Kiriman dari Indonesia Tembus 15,7 Juta Ton
Pergerakan logam dasar lainnya di LME cenderung melemah.
Harga aluminium turun 0,77%, seng turun 0,47%, timbal terkoreksi 0,11%, dan nikel turun 0,75%. Sementara harga timah naik 0,32%.
Di SHFE, harga aluminium turun 0,61%, seng melemah 0,28%, timbal turun tipis 0,03%, sedangkan nikel naik 0,9% dan timah menguat 1,39%.














