Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Impor batubara China dari seluruh pemasok utama meningkat pada Juli 2026. Kenaikan tersebut terjadi ketika pasokan batubara domestik China mengetat setelah kecelakaan tambang besar pada Mei lalu.
Melansir Reuters Kamis (20/8/2026), data bea cukai China menunjukkan total impor batubara pada Juli 2026 meningkat 23% secara tahunan. Kenaikan terjadi pada pengiriman dari Indonesia, Rusia, Mongolia dan Australia.
Baca Juga: Harga Minyak Naik karena Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah di Tengah Kebuntuan Perang
Indonesia sebagai pemasok terbesar mengirim 15,75 juta ton batubara ke China pada Juli, naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, secara kumulatif Januari-Juli 2026, impor batubara China dari Indonesia hanya meningkat 2% menjadi sekitar 106,28 juta ton.
Peningkatan pengiriman Indonesia terjadi setelah pasokan domestik China mulai berkurang akibat penutupan sejumlah tambang sejak akhir Mei.
Kondisi tersebut kembali menopang harga batubara domestik China dan meningkatkan daya saing batubara Indonesia.
Sebelumnya, peningkatan produksi batubara China dan harga yang lebih rendah telah mengurangi daya saing batubara Indonesia, terutama jenis batubara dengan nilai kalor rendah.
Baca Juga: Bos Evergrande Dihukum Seumur Hidup, Begini Akhir Kisah Orang Terkaya Asia
Impor dari Rusia dan Australia Ikut Naik
Selain Indonesia, pengiriman batubara Rusia ke China juga meningkat signifikan.
China mengimpor sekitar 9,06 juta ton batubara dari Rusia pada Juli 2026, naik 16% secara tahunan. Volume tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juni 2024.
Namun, secara kumulatif Januari-Juli, impor dari Rusia masih turun 14% menjadi sekitar 43,94 juta ton.
Sementara itu, impor batubara China dari Mongolia mencapai 8,76 juta ton pada Juli, melonjak 25% secara tahunan.
Dalam tujuh bulan pertama 2026, impor dari Mongolia bahkan meningkat 55% menjadi sekitar 68,58 juta ton.
Adapun pengiriman batubara dari Australia naik 38% secara tahunan menjadi 8,33 juta ton pada Juli.
Meski demikian, secara kumulatif Januari-Juli, impor dari Australia turun 3% menjadi sekitar 41,06 juta ton.
Baca Juga: SK Hynix Bakal Bayar 60% Bonus Karyawan dalam Bentuk Saham
Indonesia Siapkan Bursa Batubara
Di tengah meningkatnya permintaan dari China, Indonesia juga tengah menyiapkan langkah untuk memperkuat pengaruhnya terhadap perdagangan dan harga batubara global.
Indonesia berencana meluncurkan bursa batubara dan komoditas strategis lainnya paling lambat 1 Januari 2027.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kendali terhadap mekanisme penentuan harga komoditas.
Sebelumnya, Indonesia juga berencana memusatkan ekspor batubara dan sejumlah komoditas strategis lainnya.
Namun, pembeli China sebelumnya tidak terlalu merespons upaya Indonesia untuk menerapkan harga acuan pemerintah dalam ekspor batubara.
Kenaikan impor China pada Juli menunjukkan bahwa pengetatan pasokan domestik kembali mendorong kebutuhan terhadap batubara dari luar negeri.
Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap permintaan batubara Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Polisi Robot Mulai Beraksi di China, Ini yang Bisa Dilakukannya














