kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.768   -99,00   -0,55%
  • IDX 6.497   102,64   1,61%
  • KOMPAS100 840   15,11   1,83%
  • LQ45 637   9,65   1,54%
  • ISSI 229   4,90   2,18%
  • IDX30 355   4,10   1,17%
  • IDXHIDIV20 431   3,33   0,78%
  • IDX80 96   1,63   1,73%
  • IDXV30 120   0,90   0,75%
  • IDXQ30 112   1,19   1,07%

Bos Evergrande Dihukum Seumur Hidup, Begini Akhir Kisah Orang Terkaya Asia


Kamis, 20 Agustus 2026 / 14:02 WIB
Bos Evergrande Dihukum Seumur Hidup, Begini Akhir Kisah Orang Terkaya Asia
ILUSTRASI. evergrande group (Rafael Henrique/SOPA Images via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pendiri China Evergrande Group Hui Ka Yan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan China pada Kamis (20/8/2026).

Hukuman tersebut mengakhiri perjalanan jatuhnya salah satu pengusaha properti terbesar China yang pernah menjadi orang terkaya di Asia.

Baca Juga: SK Hynix Bakal Bayar 60% Bonus Karyawan dalam Bentuk Saham

Hui, yang kini berusia 67 tahun, sebelumnya mengaku bersalah pada April atas delapan dakwaan, termasuk penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan simpanan publik secara ilegal, pemberian pinjaman secara ilegal, penerbitan sekuritas secara curang dan penyuapan.

Pengadilan di Kota Shenzhen, China selatan, juga memerintahkan penyitaan seluruh harta pribadi Hui.

"Perbuatan kriminal Evergrande Group, Hengda Real Estate dan Hui Ka Yan ... melibatkan jumlah yang sangat besar, dengan keadaan yang sangat serius, menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar dan kerugian sosial yang sangat serius," kata pengadilan dalam pernyataannya dilansir dari Reuters Kamis (20/8/2026).

Selain hukuman terhadap Hui, pengadilan menjatuhkan denda 8,82 miliar yuan atau sekitar US$1,31 miliar kepada Evergrande dan denda 7 miliar yuan kepada anak usahanya, Hengda.

Lima eksekutif senior lainnya juga dijatuhi hukuman penjara antara enam hingga 18 tahun serta denda.

Secara keseluruhan, 56 orang yang terkait dengan Evergrande, di luar Hui, menerima hukuman pada Kamis, menurut media pemerintah CCTV.

Baca Juga: Polisi Robot Mulai Beraksi di China, Ini yang Bisa Dilakukannya

Pernah Jadi Orang Terkaya di Asia

Hukuman tersebut menjadi babak akhir dari perjalanan Hui Ka Yan yang bermula dari kehidupan sederhana.

Ia dibesarkan oleh neneknya di sebuah desa pedesaan di Provinsi Henan dan pernah bekerja sebagai teknisi baja.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat 5 Sesi Berturut-Turut, WTI Dekati US$ 90 Per Barel

Hui mendirikan Evergrande pada 1996 dan membangun perusahaan tersebut menjadi salah satu pengembang properti terbesar di China dengan strategi ekspansi agresif yang ditopang utang.

Pada 2017, kekayaan Hui mencapai US$45,3 miliar, menjadikannya orang terkaya di Asia saat itu berdasarkan Forbes.

Namun, ekspansi berbasis utang tersebut akhirnya berujung pada krisis. Evergrande gagal membayar sebagian besar kewajibannya yang mencapai sekitar US$300 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan properti dengan utang terbesar di dunia.

Kejatuhan Evergrande menjadi simbol krisis sektor properti China yang berlangsung selama bertahun-tahun dan turut membebani perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Kegagalan perusahaan membayar miliaran yuan dalam produk pengelolaan kekayaan juga memicu aksi protes dari investor ritel. Banyak investor berpenghasilan rendah kehilangan dana mereka.

Sejumlah pemilik rumah Evergrande mengungkapkan kekecewaan melalui media sosial setelah vonis Hui diumumkan. Salah satu komentar mempertanyakan, "Bagaimana dengan uang kami?"

Baca Juga: Trump Kerahkan 4.500 Tentara di Washington, Efektivitasnya Dipertanyakan

Likuidasi Evergrande Masih Berlarut-larut

Pengadilan Hong Kong memerintahkan Evergrande dilikuidasi pada 2024. Setahun kemudian, saham perusahaan tersebut dikeluarkan dari Bursa Hong Kong.

Namun, proses likuidasi berjalan sangat lambat. Para likuidator mengatakan hingga Agustus tahun lalu baru sekitar US$255 juta aset yang berhasil dijual, sementara total klaim kreditur mencapai sekitar US$45 miliar.

Di luar China daratan, likuidator juga masih berupaya membekukan aset Hui dan mantan istrinya melalui proses hukum.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan kembali sekitar US$6 miliar dalam bentuk dividen dan remunerasi yang sebelumnya dibayarkan kepada Hui serta sejumlah mantan eksekutif.

Sebelumnya, regulator sekuritas China pada 2024 juga menjatuhkan denda sekitar US$6,6 juta kepada Hui dan melarangnya beraktivitas di pasar sekuritas seumur hidup.

Regulator menemukan unit utama Evergrande telah memanipulasi laporan keuangan dan melakukan penipuan sekuritas.

Baca Juga: AS Siapkan US$206 Juta untuk Pasukan Perdamaian Gaza




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×