kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.774   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.488   93,45   1,46%
  • KOMPAS100 839   14,06   1,70%
  • LQ45 636   8,96   1,43%
  • ISSI 228   4,01   1,79%
  • IDX30 355   3,89   1,11%
  • IDXHIDIV20 431   3,66   0,86%
  • IDX80 96   1,56   1,65%
  • IDXV30 120   0,99   0,83%
  • IDXQ30 112   1,16   1,04%

Polisi Robot Mulai Beraksi di China, Ini yang Bisa Dilakukannya


Kamis, 20 Agustus 2026 / 13:35 WIB
Polisi Robot Mulai Beraksi di China, Ini yang Bisa Dilakukannya
ILUSTRASI. Robot Polisi China (REUTERS/Go Nakamura)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - China mulai mengerahkan robot untuk membantu polisi mengatur lalu lintas. Robot tersebut mampu mendeteksi sejumlah pelanggaran lalu lintas, memberikan peringatan kepada pengguna jalan, hingga menggerakkan tangan mengikuti isyarat lampu lalu lintas.

Namun, robot yang beroperasi di Kota Hangzhou, China timur, itu belum memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan seperti polisi manusia.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat 5 Sesi Berturut-Turut, WTI Dekati US$ 90 Per Barel

Melansir Reuters Kamis (20/8/2026), Robot setinggi 1,88 meter dengan bobot sekitar 98 kilogram tersebut dikembangkan oleh perusahaan teknologi lokal SUPCON Information.

Robot bernama T2 itu menjadi bagian dari proyek percontohan untuk mengalihkan sejumlah tugas rutin pengawasan lalu lintas kepada mesin.

Kepala Intelligent Unmanned Systems Innovation Centre SUPCON Cao Hui mengatakan, robot tersebut dilengkapi kamera, radar, dan sistem komputasi untuk mendeteksi berbagai pelanggaran.

Robot dapat mengenali pengendara sepeda listrik yang tidak mengenakan helm, sepeda listrik yang membawa penumpang, kendaraan yang berhenti melewati garis marka, hingga pejalan kaki yang menyeberang ketika lampu lalu lintas tidak mengizinkan.

Selain mendeteksi pelanggaran, robot juga dapat memberikan informasi mengenai arah jalan, lokasi parkir dan aturan lalu lintas. Fitur darurat memungkinkan pengguna menghubungi polisi setempat.

Robot tersebut juga memiliki tujuh sendi pada kedua lengannya yang memungkinkan gerakannya meniru gestur polisi lalu lintas dan disinkronkan dengan lampu lalu lintas.

Baca Juga: Trump Kerahkan 4.500 Tentara di Washington, Efektivitasnya Dipertanyakan

Sudah Dikerahkan di Hangzhou

SUPCON telah mengerahkan 15 robot di Hangzhou sejak Mei 2026. Perusahaan mengklaim robot-robot tersebut telah memberikan lebih dari 170.000 peringatan dan membantu menurunkan kasus pengendara tanpa helm serta kendaraan yang melewati garis berhenti lebih dari 40% per bulan.

Namun, polisi lalu lintas Hangzhou tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters. Angka tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Baca Juga: AS Siapkan US$206 Juta untuk Pasukan Perdamaian Gaza

Menurut Cao, perusahaan telah menguji robot tersebut selama ribuan jam di berbagai lokasi, termasuk kawasan wisata, zona sekolah, distrik bisnis, jalanan saat jam sibuk dan dalam kondisi cuaca buruk.

SUPCON menyatakan tingkat akurasi robot dalam mengenali pelanggaran mencapai lebih dari 95%.

Meski demikian, kamera dan radar tetap dapat terpengaruh oleh sinar matahari yang kuat, hujan dan suhu ekstrem.

Cao mengatakan robot tersebut dirancang bukan semata-mata untuk memberikan hukuman setelah pelanggaran terjadi, melainkan memberikan peringatan tepat waktu agar perilaku melanggar aturan tidak menjadi kebiasaan.

"Robot tidak merasa lelah. Robot dapat bekerja secara stabil dalam jangka waktu yang panjang," kata Cao.

Robot beroperasi secara otonom mulai pukul 07.00 hingga 18.00 waktu setempat. Robot dapat berpindah di antara sejumlah posisi yang telah ditentukan di persimpangan tanpa dikendalikan dari jarak jauh.

Sementara itu, tim polisi lalu lintas dapat memantau dan mengerahkan robot melalui sebuah platform pusat.

SUPCON menyebut hampir 50 robot jenis tersebut kini telah beroperasi di sekitar delapan kota di tiga provinsi di China. Perusahaan menargetkan jumlah robot yang dikerahkan mencapai hampir 200 unit pada akhir 2026.

Baca Juga: Trump Ancam Negara yang Bantu Iran dengan Konsekuensi Ekonomi Besar

Berpeluang Diekspor

Penggunaan robot polisi juga berpotensi berkembang ke pasar luar negeri.

Perusahaan robotika AiMOGA yang didukung Chery melihat peluang penerapan robot tersebut di negara-negara yang petugas lalu lintasnya menghadapi kondisi kerja berat, seperti suhu tinggi di Timur Tengah dan musim hujan panjang di Asia Tenggara.

Namun, eksekutif AiMOGA Zhang Guibing mengatakan ekspor robot polisi akan lebih kompleks dibandingkan menjual kendaraan.

Robot harus dapat terintegrasi dengan sistem teknologi informasi penegakan hukum di negara tujuan, memperoleh sertifikasi serta memenuhi aturan perlindungan data.

Persyaratan tersebut menjadi penting karena robot menggunakan kamera dan berbagai sensor untuk memantau aktivitas pengguna jalan.

Dengan demikian, robot lalu lintas China saat ini lebih berperan sebagai asisten polisi untuk melakukan pengawasan dan memberikan peringatan, bukan menggantikan seluruh fungsi petugas di lapangan.

Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Dikabarkan Kembali ke Inggris, Bawa Anak-anaknya


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×