kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Harga Tembaga Dekati Rekor, Optimisme China dan Ledakan Data Center Jadi Pendorong


Senin, 12 Januari 2026 / 18:09 WIB
Harga Tembaga Dekati Rekor, Optimisme China dan Ledakan Data Center Jadi Pendorong
ILUSTRASI. CHINA-COPPER (Imagine China via Reuters/Xu Congjun). Harga tembaga dunia menguat dan bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa didorong oleh optimisme terhadap pemulihan permintaan di China.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga tembaga dunia kembali menguat dan bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Sentimen pasar didorong oleh optimisme terhadap pemulihan permintaan di China serta lonjakan kebutuhan logam untuk pembangunan pusat data (data center) yang menopang teknologi kecerdasan buatan (AI).

Mengutip Reuters, harga tembaga acuan di London Metal Exchange (LME) pada Senin (12/1/2026) naik 1,6% ke level US$ 13.205 per ton. Sepanjang pekan lalu, tembaga sempat menyentuh rekor tertinggi di US$ 13.387,50 per ton, atau melonjak lebih dari 50% dibandingkan awal tahun lalu.

Pelaku pasar menilai rencana pemerintah China menggulirkan paket kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sentimen positif bagi seluruh logam industri.

Baca Juga: Harga Tembaga Cetak Rekor, Tersengat Rencana Smelter China untuk Pangkas Produksi

Sebagai konsumen tembaga terbesar dunia, penguatan permintaan dari China menjadi faktor kunci pergerakan harga.

Selain China, peta permintaan tembaga global juga mengalami perubahan seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, pembangunan data center, serta proyek peningkatan dan perluasan jaringan listrik di berbagai negara.

“Peran tembaga semakin krusial dalam ekspansi jaringan listrik, energi terbarukan, dan infrastruktur kendaraan listrik,” tulis analis ING dalam risetnya.

Mereka juga mencatat munculnya sumber permintaan baru dari pembangunan data center dan infrastruktur AI yang menyerap tembaga dan aluminium dalam jumlah besar.

Baca Juga: Harga Tembaga Sentuh Rekor US$11.705 Jumat (5/12): Proyeksi Citi & Dampak The Fed

Ekspektasi terjadinya kekurangan pasokan dalam beberapa tahun ke depan turut menopang harga tembaga tetap tinggi.

Analis UBS menilai pertumbuhan produksi tambang akan terbatas akibat minimnya persetujuan proyek baru serta gangguan dan penurunan produksi.

“Kami memperkirakan pertumbuhan produksi tambang tembaga sangat rendah pada 2025 dan masih terbatas pada 2026,” ujar analis UBS.

Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat turut mendukung harga logam industri. Nilai tukar dolar yang lebih rendah membuat harga logam berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan.

Sejalan dengan tembaga, harga aluminium naik 0,9% ke US$ 3.165 per ton. Seng menguat 0,7% ke US$ 3.176 per ton, timbal naik tipis 0,1% menjadi US$ 2.052 per ton, nikel melonjak 2,2% ke US$ 18.090 per ton, sementara timah melesat 5,3% ke US$ 47.975 per ton.

Baca Juga: Harga Tembaga Tembus Rekor US$ 13.000 per Ton Usai Aksi Mogok Tambang Chile

Harga timah bahkan sempat menyentuh US$ 48.500 per ton, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 51.000 per ton yang tercatat pada Maret 2022.

Kenaikan ini dipicu isu pengetatan pemerintah terhadap aktivitas penambangan timah ilegal di Indonesia, yang memicu kekhawatiran pasokan di pasar global.

Selanjutnya: PTPP Sebut Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Capai 93,94% Ditargetkan Kelar Maret

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Rekor All Time High, Nyaris Mencapai US$ 4.600 per troi ons




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×