Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga tembaga di London melemah pada Senin (16/2/2026), sementara aluminium mencatat kerugian untuk hari ketiga berturut-turut, seiring perdagangan yang tipis karena pasar China libur Imlek.
Shanghai Futures Exchange tutup sejak 15 Februari dan akan kembali buka pada 24 Februari.
Kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange turun tipis 0,2% menjadi US$ 12.848,50 per ton pada pukul 13.54 WIB, setelah pada Jumat lalu sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu.
Baca Juga: Harga Tembaga Menguat Rabu (11/2) Siang, Permintaan China Melambat Jelang Libur Imlek
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan tembaga LME mungkin akan menguji level dukungan di US$ 12.578 per ton minggu ini. Jika turun di bawah level tersebut, harga bisa menyentuh kisaran US$ 11.545–US$ 12.116 per ton.
Stok tembaga di tiga bursa logam terbesar dunia kini melampaui 1 juta ton untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Kenaikan ini dipicu akumulasi persediaan akibat lemahnya permintaan di China, yang menambah stok di Amerika Serikat. Stok tembaga LME naik 7.225 ton per Jumat lalu.
Aktivitas pabrik di China melemah pada Januari karena permintaan domestik yang rendah menekan produksi pada awal tahun, menurut survei resmi pada 31 Januari.
Di logam lainnya, aluminium naik tipis 0,1% menjadi US$ 3.076 per ton, setelah pada Jumat sempat turun ke level terendah dalam satu minggu menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana memangkas sebagian tarif untuk baja dan aluminium. Wang memperkirakan aluminium LME dapat menguji level dukungan di US$ 3.000 per ton minggu ini jika tembus, harga bisa turun menuju US$ 2.916 per ton.
Niokel LME turun 0,2% menjadi US$ 16.960 per ton, level terendah lebih dari seminggu, dengan stok naik 702 ton. Sementara itu, seng turun 0,4% dan timbal stabil.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)