kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Hasil Pemilu Israel Buntu, Benjamin Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan


Rabu, 28 Oktober 2026 / 05:53 WIB
Hasil Pemilu Israel Buntu, Benjamin Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan
ILUSTRASI. Pemilu Israel - Benjamin Netanyahu (REUTERS/Ronen Zvulun)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Hasil pemilu Israel menunjukkan persaingan ketat antara kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot.

Hasil hitung cepat berdasarkan jajak pendapat di tempat pemungutan suara atau exit poll menunjukkan belum ada kubu yang memiliki jalur jelas untuk membentuk pemerintahan.

Mengutip Reuters, Selasa (27/10/2026), tiga stasiun televisi utama Israel memperbarui hasil exit poll yang menempatkan blok Eisenkot unggul tipis dengan proyeksi 52 kursi, dibandingkan 50 kursi bagi koalisi yang dipimpin partai Likud besutan Netanyahu.

Sementara itu, 18 kursi lainnya diproyeksikan jatuh ke partai-partai Arab yang tidak berafiliasi dengan kedua blok.

Baca Juga: Tragis! Pesawat Saudia Flight 163 Berhasil Mendarat, Tak Satu Pun Penumpang Selamat

Namun, Eisenkot hampir menutup kemungkinan membentuk pemerintahan bersama partai-partai tersebut, sehingga peluangnya untuk meraih mayoritas tetap terbatas.

Hasil tersebut menjadi pukulan potensial bagi Netanyahu. Koalisi yang dipimpinnya diproyeksikan merosot dari 68 kursi di parlemen sebelumnya menjadi sekitar 50 kursi.

Meski demikian, sejumlah media Israel, termasuk Channel 14 yang dikenal pro-Netanyahu, memproyeksikan hasil berbeda dengan memperkirakan kubu perdana menteri mampu meraih total 60 kursi.

Dengan hasil yang masih belum pasti, Netanyahu berpeluang tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara selama partai-partai politik bernegosiasi untuk membentuk koalisi pemerintahan. Hasil akhir pemilu diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk dipastikan.

Sistem politik Israel yang terfragmentasi membuat partai-partai kecil berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan.

Parlemen Israel atau Knesset memiliki 120 kursi, sehingga sebuah pemerintahan umumnya membutuhkan dukungan koalisi untuk mencapai mayoritas minimal 61 kursi.

Presiden Israel Democracy Institute Yohanan Plesner menilai hasil exit poll mencerminkan kekalahan besar bagi koalisi Netanyahu, tetapi Eisenkot juga belum dapat disebut sebagai pemenang yang jelas.

Jika hasil akhir sejalan dengan proyeksi tersebut, Eisenkot berpeluang mencoba membentuk pemerintahan minoritas untuk menggantikan Netanyahu, meskipun pemerintahan itu berpotensi hanya bertahan hingga pemilu berikutnya.

Baca Juga: Laba Visa Melonjak, Pendapatan Tembus US$ 12,1 Miliar Berkat Belanja Konsumen AS

Tantangan bagi Netanyahu

Pemilu kali ini menjadi pemilihan pertama sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang kemudian diikuti perang di Gaza serta konflik dengan Hezbollah di Lebanon dan Iran.

Netanyahu menghadapi kritik atas kegagalan keamanan yang memungkinkan serangan Hamas terjadi. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera, menurut laporan yang dikutip Reuters.

Di sisi lain, Netanyahu berkampanye dengan menonjolkan upayanya memperkuat keamanan Israel, termasuk melalui pembunuhan sejumlah pemimpin senior Hamas, Hezbollah, dan Iran.

Ia juga memperoleh dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sekutunya dalam perang melawan Iran.

Baca Juga: Laba Robinhood Meleset dari Ekspektasi, Pendapatan Transaksi Kripto Anjlok 55%

Netanyahu, yang telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 19 tahun dalam tiga dekade terakhir, sebelumnya berulang kali mampu bertahan menghadapi krisis politik. Ia juga menghadapi dakwaan korupsi yang telah lama berlangsung, yang dibantahnya.

Sementara itu, Eisenkot, mantan kepala militer berusia 66 tahun, muncul sebagai penantang utama Netanyahu.

Ia mengedepankan rekam jejak keamanan, tetapi mengambil posisi lebih moderat dalam sejumlah persoalan domestik.

Meski menawarkan perubahan kepemimpinan, Eisenkot tetap mengambil pendekatan keras terhadap keamanan.

Ia menolak pembentukan negara Palestina dan menyatakan sayap militer Hamas harus dihancurkan atau dibubarkan.

Eisenkot menilai respons Israel terhadap serangan Hamas gagal mencapai tujuannya karena Hamas masih berkuasa di Gaza.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina.

Baca Juga: Yield US Treasury Tenor 10 Tahun Mendekati 5%, Pasar Menanti The Fed

Partisipasi pemilih mencapai rekor

Komisi Pemilihan Umum Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7%, tertinggi dalam lebih dari dua dekade dan sekitar tujuh poin persentase di atas pemilu 2022.

Tingginya partisipasi mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap arah kepemimpinan Israel setelah rangkaian konflik yang mengguncang negara tersebut.

Partisipasi pemilih Arab Israel juga menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi distribusi kursi di parlemen.

Kandidat dari aliansi partai-partai Arab, Joint List, Faten Gattas, menegaskan bahwa mereka menolak pendudukan dan rasisme.

Aliansi tersebut berharap peningkatan partisipasi pemilih Arab dapat membantu mencegah koalisi Netanyahu, yang dinilai sebagai koalisi paling kanan dalam sejarah Israel, kembali berkuasa.

Meski demikian, hasil akhir pemilu dan negosiasi antarpartai akan menentukan apakah oposisi benar-benar mampu mengakhiri kepemimpinan Netanyahu atau justru membuka jalan bagi perdana menteri tersebut untuk bertahan melalui pemerintahan sementara.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed dan Bank Sentral Global


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×