kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Helikopter Proteus Resmi Meluncur, AL Inggris Siap Hadapi Ancaman Rusia


Jumat, 16 Januari 2026 / 19:42 WIB
Helikopter Proteus Resmi Meluncur, AL Inggris Siap Hadapi Ancaman Rusia
Proteus, helikopter ukuran penuh otonom pertama di Inggris (REUTERS/Simon Pryor)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - LONDON. Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) resmi meluncurkan helikopter otonom tanpa awak berukuran penuh pertama mereka, Proteus, yang dirancang untuk menghadapi meningkatnya ancaman keamanan di kawasan Atlantik Utara. 

Helikopter ini telah berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya, menandai babak baru dalam penguatan kemampuan pertahanan maritim Inggris dan sekutu NATO.

Peluncuran Proteus berlangsung di tengah perubahan besar sektor pertahanan Eropa sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak saat itu, negara-negara Eropa meningkatkan belanja pertahanan dan menyusun rencana penguatan kekuatan militer, seiring memanasnya dinamika keamanan kawasan, termasuk di Atlantik Utara.

Perhatian terhadap kawasan ini juga tercermin dari meningkatnya kepentingan Amerika Serikat untuk memperluas kemampuan pemantauan jalur laut yang kerap digunakan kapal dan kapal selam Rusia, termasuk perairan di antara Greenland, Islandia, dan Inggris. 

Meski Rusia membantah anggapan bahwa Moskow dan Beijing menjadi ancaman bagi Greenland, kawasan tersebut tetap dipandang strategis oleh negara-negara Barat.

Royal Navy menyebut Proteus telah menyelesaikan serangkaian uji coba singkat dengan hasil memuaskan. 

Helikopter ini dikembangkan melalui program senilai 60 juta poundsterling atau sekitar 80,46 juta dolar AS, dan dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan Inggris serta sekutu NATO dari ancaman yang terus berkembang di Atlantik Utara.

Proteus dirancang dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan dan dirgantara Leonardo. Helikopter ini mengandalkan sistem sensor dan komputer berbasis perangkat lunak canggih yang memungkinkannya membaca lingkungan sekitar dan mengambil keputusan secara mandiri. 

Kemampuan tersebut membuat Proteus ideal untuk menjalankan misi berisiko tinggi.

Angkatan Laut Inggris menjelaskan, helikopter otonom ini disiapkan untuk berbagai tugas, mulai dari peperangan anti-kapal selam, patroli laut, hingga pelacakan kendaraan bawah air. Dengan teknologi ini, misi-misi yang berbahaya dapat dilakukan tanpa menempatkan awak manusia dalam risiko.

Managing Director Leonardo Helicopters UK, Nigel Colman, menyebut Proteus sebagai lompatan besar dalam operasi penerbangan maritim. Menurutnya, helikopter ini menghadirkan daya jelajah, fleksibilitas, dan ketahanan operasional yang lebih tinggi, sekaligus mampu menjalankan misi yang monoton, kotor, dan berbahaya di lingkungan ekstrem.

Sebelumnya, Royal Navy telah mengoperasikan sejumlah wahana tanpa awak, termasuk drone helikopter kecil untuk pengawasan. Namun, Proteus hadir dengan ukuran lebih besar dan teknologi yang jauh lebih canggih, memperkuat peran sistem otonom dalam strategi pertahanan maritim Inggris ke depan.

Selanjutnya: Ditutup 2045, Belanja Program Gates Foundation Digenjot & Mulai Kurangi Ratusan Staf

Menarik Dibaca: Libur Panjang Isra Mikraj, 564.272 Tiket Kereta Telah Terjual




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×