kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Hillary Clinton bertanggung jawab tragedi Libia


Kamis, 24 Januari 2013 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Logo BPJS Ketenagakerjaan. 


Sumber: BBC |

WASHINGTON. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, menyatakan bertanggung jawab dalam serangan atas kantor Konsulat Jenderal AS di Benghazi, Libia, tahun lalu.

Dalam serangan 11 September 2012 tersebut, Duta Besar Amerika Serikat, John Christopher Stevens tewas bersama tiga staf lainnya.

"Saya mengambil tanggung jawab," tutur Clinton dalam dengan pendapat dengan Komite Hubungan Luar Neger Senat, Rabu 23 Januari.

Clinton awalnya akan memberi keterangan kepada Senat tahun lalu namun dia menderita penggumpalan darah setelah terjatuh karena pingsan beberapa hari sebelumnya.

Dalam pernyataan pembukaannya di Senat, Clinton menjelaskan meningkatnya militan Islam di kawasan Afrika Utara setelah jatuhnya beberapa pemimpin di sana dan mengatakan insiden Benghazi tidak terjadi dalam situasi vakum.

"Revolusi Arab telah mengguncang dinamika kekuasaan dan menghancurkan aparat keamanan di seluruh kawasan," tuturnya.

Clinton rencananya akan mundur dari jabatan Menteri Luar Negeri dalam beberapa hari mendatang, begitu Senat menyetujui pencalonan John Kerry sebagai penggantinya.

Dia menegaskan bahwa langkah-langkah sudah diambil untuk menjamin keamanan atas misi Amerika Serikat di luar negeri.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×