kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Hubungan benci-cinta China kepada Facebook


Senin, 28 September 2015 / 11:57 WIB
Hubungan benci-cinta China kepada Facebook


Sumber: money.cnn | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Presiden China Xi Jinping melanggar peraturannya sendiri. Yakni, dengan mendaftar sebagai anggota Facebook.

Halaman Facebook Xi yang telah diverifikasi, sudah dipenuhi oleh update status, foto, dan video saat dirinya melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Sejak posting pertamanya mengenai perjalanan ke AS pada pertengahan September lalu, halamannya sudah berhasil mendapatkan jutaan "likes". Bahkan, #XiUSAVisit menjadi trending social topic di China.

Di halaman Xi ini, para follower-nya dapat melihat melalui foto beragam kegiatan Xi dengan eksekutif perusahaan ternama Amerika, Xi berjalan dengan Presiden Obama di halaman Gedung Putih, dan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Joe Biden dengan istrinya, Peng Liyuan.

Para follower juga dapat menonton video mengenai menu makan malam kenegaraan dan mendengarkan pelajar sekolah menengah atas AS menyanyikan lagu China yang dipopulerkan oleh Peng. Bahkan ada juga data infografik mengenai fakta sejarah hubungan AS-China.

Memang, sudah banyak pemimpin dunia ternama yang menjadi anggota Facebook. Obama menjadi pemimpin terpopuler dengan jumlah "likes" mencapai 45 juta. Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel memiliki 1,4 juta likes dan Perdana Menteri Inggris David Cameron mendapatkan 750.000 likes.

Namun, mereka bukan berasal dari negara yang melarang Facebook secara langsung. Badan sensor pemerintah China -yang dijuluki Great Firewall- telah memblokir jaringan media sosial, mulai dari Facebook, Google, hingga Twitter. Tidak hanya itu, situs-situs berita asing dan siaran televisi juga sering diblokir.

Itu artinya, tak peduli seberapa tenar Xi di Facebook, namun 1,3 miliar rakyatnya di kampung halaman tidak dapat mengakses postingannya di Facebook. Yang lebih ironis lagi, foto Xi menggelar pertemuan dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg juga diposting di Facebook.

Meski demikian, mesin propaganda pemerintah China sudah tidak asing lagi dengan media sosial Barat meskipun dilakukan pemblokiran secara domestik. Media milik pemerintah seperti kantor berita Xinhua dan China Daily newspaper sering memposting updates di Facebook dan Twitter.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×