kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Hubungan Perekonomian Korut dan Korsel Terancam Terputus


Rabu, 12 November 2008 / 12:40 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh Pemerintah Korea Utara (Korut) hari ini. Korut bilang, per tanggal 1 Desember nanti, mereka akan menutup perbatasan yang menghubungkan dengan wilayah Korea Selatan (Korsel). Korut menuduh, Pemerintah Korsel mencari konfrontasi di perbatasan kedua negara.

Pusat Kantor Berita Korut melaporkan, pihak militer Korut sudah menginformasikan kepada pihak militer Korsel tentang rencananya untuk memperketat seluruh akses yang menghubungkan bagian perbatasan kedua negara dengan garis demarkasi militer.

Dengan adanya penutupan tersebut, dapat dipastikan akan mempengaruhi hubungan perekonomian kedua negara. Pasalnya, secara otomatis jalan-jalan dan jalur kereta antara Korsel dan kota Gaeseong di Korut pun tidak akan beroperasi alias dihentikan. Padahal, di kota ini, Korsel mengoperasikan sebuah kompleks industri terpadu juga tour perjalanan harian (daily tourism tours).   

Pihak Korut juga meminta agar Pemerintah Korsel menghentikan aktivitas organisasi yang selama ini meluncurkan balon udara dengan leaflet propaganda berisi kritikan terhadap Kim Jong Il.

Hubungan dua negara yang sebenarnya merupakan saudara kandung ini semakin memburuk sejak Presiden Korsel Lee Myung Bak memberlakukan peraturan yang lebih ketat di perbatasan dengan Korut dibanding para pendahulunya. Lee bilang, tidak adanya kelanjutan yang positif terkait program nuklir Korut akan mengancam hubungan dua negara.




TERBARU

[X]
×