kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Hubungan Turki dan Rusia memanas setelah 33 tentara Turki tewas dalam sehari


Jumat, 28 Februari 2020 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. A boy wearing a Turkish flag stands next to a Turkish soldier in the town of Tal Abyad, Syria October 23, 2019.


Sumber: Bloomberg | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, NATO setuju melakukan pertemuan atas permintaan Turki untuk konsultasi pada hari Jumat. Kondisi ini juga menambah tekanan pada Uni Eropa, karena Turki mengancam akan mengizinkan lebih banyak pengungsi dari Suriah melintasi perbatasannya ke benua biru tersebut.

Namun baik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tidak menunjukkan kencenderungan mendukung Turki secara militer di Suriah, tempat Erdogan mendukung pemberontak besar terakhir di provinsi Idlib barat laut melawan pemerintah Suriah. Serangan di sana juga telah melukai 32 tentara Turki.

Baca Juga: AS jadikan Indonesia negara maju, ini lima dampaknya

Rusia sudah memperingatkan Turki karena disebut mendukung teroris di Suriah dan telah meningkatkan operasi udara untuk mendukung pasukan Rusia yang berusaha merebut kembali Idlib.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×