kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Hubungan Turki dan Rusia memanas setelah 33 tentara Turki tewas dalam sehari


Jumat, 28 Februari 2020 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. A boy wearing a Turkish flag stands next to a Turkish soldier in the town of Tal Abyad, Syria October 23, 2019.


Sumber: Bloomberg | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, NATO setuju melakukan pertemuan atas permintaan Turki untuk konsultasi pada hari Jumat. Kondisi ini juga menambah tekanan pada Uni Eropa, karena Turki mengancam akan mengizinkan lebih banyak pengungsi dari Suriah melintasi perbatasannya ke benua biru tersebut.

Namun baik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tidak menunjukkan kencenderungan mendukung Turki secara militer di Suriah, tempat Erdogan mendukung pemberontak besar terakhir di provinsi Idlib barat laut melawan pemerintah Suriah. Serangan di sana juga telah melukai 32 tentara Turki.

Baca Juga: AS jadikan Indonesia negara maju, ini lima dampaknya

Rusia sudah memperingatkan Turki karena disebut mendukung teroris di Suriah dan telah meningkatkan operasi udara untuk mendukung pasukan Rusia yang berusaha merebut kembali Idlib.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×