kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hutan Amazon terbakar, Presiden Brasil Jair Bolsonaro minta dunia tak ikut campur


Jumat, 23 Agustus 2019 / 16:46 WIB
Hutan Amazon terbakar, Presiden Brasil Jair Bolsonaro minta dunia tak ikut campur
ILUSTRASI. KEBAKARAN LAHAN GAMBUT

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SAO PAULO. Di tengah meningkatnya kecaman dunia internasional terhadap kebakaran hutan yang berkobar di hutan Amazon, Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada hari Kamis mengakui bahwa kebakaran tersebut dipicu ulah para petani yang bisa membakar hutan tadah hujan tersebut secara ilegal. 

Tetapi Bolsonaro meminta agar kekuatan asing tidak perlu ikut campur urusan dalam negeri mereka.

Baca Juga: Ilmuwan: Ternyata pohon bisa membuat kekeringan lebih parah

Pernyataan Bolsonaro ini mencuat pasca Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mereka di Twitter. 

Kebakaran hutan Amazon yang mencatat rekor tahun ini telah menghancurkan petak-petak hutan yang luas yang dianggap sebagai benteng penting terhadap perubahan iklim. Namun Bolsonaro merespons dengan merah apa yang dianggapnya sebagai campur tangan asing. 

"Negara-negara ini yang mengirim uang ke sini, mereka tidak mengirimnya karena amal. ... Mereka mengirimnya dengan tujuan mengganggu kedaulatan kami, ”katanya dalam siaran langsung Facebook seperti dilansir Reuters, Jumat (23/8).

Tetapi sebelumnya pada hari Kamis, dia mengatakan bahwa Brazil tidak memiliki sumber daya untuk mengendalikan kebakaran.

"Amazon lebih besar dari Eropa, bagaimana Anda melawan api kriminal di daerah seperti itu?" Tanyanya kepada wartawan ketika meninggalkan kediaman presiden. "Kami tidak memiliki sumber daya untuk itu."

Baca Juga: DPR dukung Pemerintah RI keluar dari Paris Agreement

Kebakaran di Amazon sejauh ini melonjak 83% tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun kebakaran adalah kejadian biasa dan alami selama musim kemarau pada tahun ini, para pencinta lingkungan menyalahkan kenaikan tajam pada petani yang membuka hutan dan menjadikannya sebagai areal pertanian.




TERBARU

Close [X]
×