Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak
Selain memangkas proyeksi pasokan, IEA juga menurunkan perkiraan permintaan minyak dunia.
IEA kini memperkirakan permintaan minyak global pada 2026 turun 1,6 juta bph, lebih besar dibandingkan penurunan sekitar 1 juta bph yang diproyeksikan pada bulan sebelumnya.
Kenaikan harga minyak dan terbatasnya pasokan bahan bakar olahan disebut telah menekan konsumsi. Produk seperti nafta dan gasoil menjadi yang paling terdampak, sementara Asia dan Timur Tengah mencatat penurunan permintaan tahunan terbesar.
Pandangan IEA tersebut berbeda dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Dalam laporan terbarunya pada Rabu, OPEC masih memperkirakan permintaan minyak global tumbuh pada 2026, meski memangkas proyeksinya menjadi 580.000 bph, atau 200.000 bph lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.
Baca Juga: Trump Menyatakan Pesawatnya Lebih Berisiko Imbas Perubahan Penerbangan Rahasia
Pasokan Berpotensi Pulih pada 2027
Untuk 2027, IEA melihat kondisi yang jauh lebih longgar dengan asumsi ketegangan geopolitik mulai mereda dalam beberapa bulan mendatang.
IEA memperkirakan, pasokan minyak global dapat melebihi permintaan hingga 4,61 juta bph tahun depan.
Surplus tersebut berpotensi memungkinkan persediaan minyak dunia kembali ke level Februari 2026 pada pertengahan 2027.
Sejak perang Iran dimulai, persediaan minyak global telah terkuras sekitar 410 juta barel.
Namun, pemulihan tersebut sangat bergantung pada meredanya konflik dan kembali normalnya jalur perdagangan utama, terutama Selat Hormuz.
Baca Juga: Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Menyusut, Inflasi AS Naik Tipis Sesuai Ekspektasi
Di sisi lain, produksi minyak Rusia juga masih menghadapi tekanan. Aktivitas pengolahan minyak Rusia berada di sekitar 3,9 juta bph pada Juli, mendekati level terendah dalam 20 tahun setelah serangan drone Ukraina menghantam sejumlah kilang di wilayah barat Pegunungan Ural.
Produksi minyak Rusia juga turun sekitar 100.000 bph menjadi 8,76 juta bph pada Juli, berada di bawah target yang ditetapkan OPEC+.
IEA mencatat pengolahan minyak mentah global turun sekitar 5 juta bph secara tahunan pada Juli.
Keterbatasan kapasitas pengolahan membuat gangguan pasokan semakin terasa dan mendorong margin kilang minyak ke level tertinggi sepanjang masa.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
